Zonk!!! Razia BNNP Jateng ke Lapas Bulu Tak Temukan Narkoba

Semarang, 92.6 FM-Jajaran Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, melakukan razia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Bulu Semarang, Selasa (3/10) malam. Razia dengan sandi “Operasi Bersinar” itu, menggeledah seluruh sel di dalam lapas untuk mencari adanya narkoba.

Sebanyak 400an warga binaan langsung diperiksa satu per satu, termasuk barang bawaan di dalam sel. Selain memeriksa barang-barang milik warga binaan, petugas BNNP Jawa Tengah dengan dibantu personel dari Kementerian Hukum dan HAM Jateng serta anggota Reserse Narkoba Polrestabes Semarang itu juga memeriksa pupil mata dan tes urine.

Dari 400an warga binaan yang dilakukan pemeriksaan, sekira 100an di antaranya menjalani pemeriksaan lebih intensif. Namun, setelah mengikuti serangkaian tes dari petugas BNNP Jateng, dinyatakan negatif alias tidak mengonsumsi narkotika.

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Jateng AKBP Suprinanto mengatakan razia yang dilakukan di Lapas Wanita Bulu itu, untuk mencegah adanya penyalahgunaan narkotika di dalam lapas. Sebab, masih banyak ditemukan kasus peredaran narkotika yang dikendalikan dari dalam lapas.

Suprinanto menjelaskan, peredaran narkoba di Jawa Tengah memang sudah mengkhawatirkan, sehingga pihaknya gencar melakukan razia dan penindakan terhadap pengguna dan pengedar narkotika. Melalui “Operasi Bersinar”, diharapkan peredaran narkotika bisa dicegah.

“Penyalahgunaan narkoba di dalam lapas tidak bisa dipungkiri, memang masih ada. Bahkan, ada warga binaan yang mengendalikan peredaran narkotika,” kata Suprinanto.

Kepala Lapas Wanita Bulu Asriati menambahkan, pihaknya mendukung upaya dari BNNP Jawa Tengah untuk mencegah peredaran narkotika.

Saat ini, warga binaan di lapas yang dipimpinnya hampir 50 persen tersangkut kasus narkoba.

“Kami juga mencanangkan lapas bebas narkoba. Kami mendukung kegiatan seperti ini dan transparan tidak ada yang ditutupi,” ujarnya.

Menurut Asriati, untuk mencegah masuknya narkotika di dalam lapas, pemeriksaan terhadap pengunjung dan bawaannya terus diintensifkan. Sehingga, barang-barang yang tidak boleh masuk ke lapas, termasuk narkoba bisa dicegah. (Bud)

Artikel sebelumnyaDKP Jateng Targetkan 53.700 Nelayan Jadi Peserta Jasindo
Artikel selanjutnyaBagaimana Mengoptimalkan Kinerja Pemerintah Dan Mengeliminasi Kegaduhan Jelang Memasuki Tahun Politik

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini