Benahi Lahan Kritis di Tembalang, PLN Gandeng TNI Tanami 2 Ribu Pohon Produktif

PLN gandeng TNI tanam 2000 pohon produktif di lahan kritis di Tembalang.

Semarang, Idola 92.6 FM – Dalam upaya mengatasi persoalan lahan kritis yang ada di kawasan atas Kota Semarang, terutama wilayah Tembalang, diperlukan adanya upaya serius untuk penanganannya. Salah satunya, dengan mengembalikan fungsi kawasan Semarang atas sebagai kawasan tangkapan air hujan.

Upaya serius membenahi lahan kritis di wilayah Tembalang dilakukan PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah-DIY, bekerjasama dengan Kodam IV/Diponegoro melakukan aksi penanaman pohon dalam rangka memeringati Hari Menanam Pohon Nasional di Medan Latihan Drill Nis dan Tis Kodam IV/Diponegoro, Meteseh, Rabu (28/11).

General Manager PLN UID Jateng-DIY Agung Nugraha mengatakan dalam memeringati Hari Menanam Pohon Nasional yang jatuh setiap 28 November itu, pihaknya berupaya mengembalikan fungsi kawasan Semarang atas sebagai wilayah tangkapan air. Sehingga, permalahan bencana banjir karena areal tangkapan air di wilayah atas berkurang bisa tertangani.

Menurutnya, mengembalikan wilayah Semarang atas sebagai daerah tangkapan air sangat diperlukan. Terlebih lagi, sekarang juga telah memasuki masa musim hujan.

Oleh karena itu, jelas Agung, dengan menanam dua ribu bibit pohon produktif di wilayah Semarang atas, diharapkan bisa mengembalikan fungsi yang sebenarnya sebagai daerah tangkapan air.

“Ini upaya strategis kami untuk melestarikan lingkungan sekitar, terutama untuk daerah yang masuk kategori lahan kritis. Wilayah Meteseh ini juga masuk daerah kritis dan butuh penghijauan. Makanya, penanaman pohon ini sangat bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya,” kata Agung.

Lebih lanjut Agung menjelaskan, jenis bibit pohon yang ditanam sengaja dipilih memiliki manfaat bagi lingkungan sekitar. Tidak hanya mengurangi pencemaran udara saja, tapi juga manfaat berupa hasil buahnya.

“Ada bibit pohon durian, mangga, alpukat dan nangka. Selain itu juga ada jenis pohon kayu jati dan trembesi,” ujarnya.

Agung berharap, dari dua ribu bibit pohon yang ditanam bisa dipelihara dengan baik. Sehingga, warga sekitar juga didorong bisa menumbuhkan rasa memiliki dan menjaga pohon di wilayahnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaMewaspadai Ancaman Dampak Bencana Hidrometeorologi
Artikel selanjutnyaTahun Politik, Apindo: Kami Inginkan Ada Kepastian Dalam Berusaha dan Tidak Ada Kegaduhan Politik