Pangdam Minta Masyarakat Bantu Kesuksesan PPKM Darurat

Penyekatan
Petugas menghentikan pengendara sepeda motor yang akan masuk ke Jalan Pandanaran Semarang karena dilakukan penyekatan.

Semarang, Idola 92,6 FM – Kodam IV/Diponegoro mengajak kepada semua masyarakat Jawa Tengah, agar ikut berperan aktif dalam kesuksesan pelaksanaan PPKM darurat. Sebab, angka mobilitas di Jateng masih tinggi dan diikuti dengan peningkatan kasus COVID-19.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto mengatakan pergerakan masyarakat di Jateng masih tinggi, dan angka penurunannya masih rendah bila dibanding provinsi lain di Pulau Jawa. Pernyataan itu dikatakan saat melakukan pemantauan di Kabupaten Semarang, belum lama ini.

Pangdam menjelaskan, tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Jateng harus membantu pemerintah daerah setempat untuk meminta warga tidak sering bepergian. Sebab, saat ini perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia masih mengalami peningkatan.

Menurut pangdam, kesuksesan pelaksanaan PPKM darurat berada pada perilaku masyarakat untuk patuh terhadap imbauan dari pemerintah maupun TNI/Polri.

“Kalau tidak penting, saya sarankan untuk tinggal di rumah saja. Kenapa, karena angka perkembangan COVID-19 hari ini cukup tinggi. Jadi, stay at home berada di rumah saja. Sehingga, kita harapkan pergerakan orang dari satu titik ke titik yang lain ini dapat kita kurangi. Karena pandemi ini carriernya adalah manusia. Apabila kita kurangi pergerakan ini, maka Insya Allah akan turun. Saya mohon kepada semua pihak, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk bahu membahu mengajak masyarakat semua untuk melakukan kegiatan PPKM darurat dengan sebaik-baiknya,” kata pangdam.

Terpisah, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfi menyatakan dalam mendorong masyarakat di rumah saja menjelang berakhirnya pelaksanaan PPKM darurat seluruh pintu keluar jalan tol dilakukan penutupan. Mulai dari wilayah Pejagan Brebes, sampai dengan Sragen.

Menurut kapolda, wilayah-wilayah perbatasan dengan provinsi tetangga juga dilakukan penjagaan secara ketat.

“Saya mengimbau kepada masyarakat, selama libur Idul Adha di rumah saja jangan keluar rumah jika tidak ada kepentingan. Seluruh pintu exit tol kita tutup, dan wilayah perbatasan kita sekat. Yang boleh melintas adalah kendaraan tertentu saja, misal membawa sembako,” ucap kapolda.

Lebih lanjut kapolda menjelaskan, penutupan pintu keluar tol dimulai pada 16-22 Juli 2021. Masyarakat yang terpaksa melakukan perjalanan, harus melengkapi syarat dokumen perjalanan. Yakni surat negatif COVID-19 hasil pemeriksaan antigen atau PCR, surat vaksin minimal dosis pertama dan surat pengantar perjalanan dinas. (Bud)

Artikel sebelumnyaPolemik Ivermectin, Bagaimana Mestinya Pemerintah agar Tidak Semakin Membingungkan Publik?
Artikel selanjutnya4 RS di Jateng-DIY Terima Bantuan 11,9 Ton Oksigen

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini