Indonesia e-Fraud Watch Tawarkan Sistem Seleksi CPNS Dengan Cara UN

Semarang, Idola 92.6 FM – Direktur Indonesia e-Fraud Watch Solichul Huda mengatakan permasalahan jaringan internet yang terganggu saat digelar seleksi CPNS 2018, lebih diakibatkan kelebihan beban karena tidak sesuai kapasitas.

Kelebihan beban atau dalam istilahnya over capacity tersebut, jelas Huda, karena bandwith yang disediakan tidak mampu menampung.

Menurutnya, jaringan internet di seleksi CPNS kemarin itu karena sistem jaringan tersentral di Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Huda menjelaskan, karena sistem jaringan tersentral, maka ketika di sejumlah daerah aktif bersamaan, maka akan mengakibatkan kelebihan beban. Sehingga, tidak hanya akses yang melambat tetapi risikonya jaringan langsung terputus.

Oleh karena itu, jelas Huda, jika akan menggelar seleksi CPNS berbasis jaringan internet, maka diusahakan menggunakan model layaknya Ujian Nasional (UN). Namun konsekuensinya, akan memerlukan waktu cukup lama.

“Ini sebetulnya asal masalahnya jaringan. Kalau jaringan kan ada yang namanya lebar pita atau brandwide yang merupakan media tempat untuk masuk dan keluarnya data. Di sini saya melihat semuanya langsung tersentral. Ketika pada akses, misalkan diuji dijalankan itu ternyata begitu sudah ada yang membuka, beberapa yang lain putus,” kata Huda, Jumat (2/11).

Lebih lanjut Huda menjelaskan, khusus untuk Jawa Tengah karena pesertanya cukup banyak, seharusnya memiliki server lokal. Sehingga, bisa meminimalkan adanya gangguan jaringan internet.

“Untuk koneksi soal yang di pusat, baru nanti servernya lokal. Kalau bareng-bareng dengan server lokal, meski agak lambat tapi lancar,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaGanjar: Wisata dan UMKM Disinergikan Jadi Potensi Unggulan Tarik Wisatawan Mancanegara
Artikel selanjutnyaDPRD Jateng Sebut Tol Bawen-Yogya Sangat Dibutuhkan