Mengantisipasi Dampak Turunan Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Semarang, Idola 92.6 FM – Nilai tukar rupiah kembali terkena dampak pergerakan indeks dollar AS. Seperti sebagian mata uang lain, nilai tukar rupiah melemah karena penguatan mata uang dollar AS. Penguatan indeks dollar AS terjadi pekan lalu karena ekspektasi kenaikan inflasi menguat. Terkait dengan dampak tersebut, sejumlah sektor industri mulai berancang-ancang menaikkan harga produk pascapelemahan nilai tukar rupiah.

Hal ini dilakukan karena sebagaian bahan baku sangat bergantung dari impor. Sejumah industri yang akan menaikkan harga yakni industri pakan ternak, industri elektronik serta tekstil.

Lalu benarkah pelemahan nilai tukar rupiah semata-mata hanya karena faktor eksternal? Berapa lama pelemahan nilai tukar rupiah ini akan berlangsung? Akankah rupiah dapat kembali ke level semula?

Guna menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, Radio Idola Semarang berdiskusi dengan Wijayanto Samirin (Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Ekonomi) dan Bhima Yudhistira (Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef)). [Heri CS]

Berikut diskusinya:

Artikel sebelumnyaDinilai Belum Siap, DPR RI Minta Operasional Bandara Ahmad Yani Ditunda
Artikel selanjutnyaBagaimana Memitigasi Ancaman Puting Beliung