Menteri BUMN Pantau Kesiapan BBM di Jalur Mudik

Semarang, Idola 92.6 FM – Menteri BUMN Rini Soemarno bersama Pelaksana tugas Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati memantau kesiapan dan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di jalur mudik wilayah Pantura, Jumat (1/6). Bahkan, Rini juga melihat kesiapan Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pengapon Semarang yang bertugas memasok BBM ke sejumlah SPBU di wilayah Pantura.

Rini mengatakan pihaknya menaruh perhatian besar terhadap Pertamina MOR IV, karena merupakan daerah yang paling padat pada masa liburan hari raya. Sehingga, dirinya ingin memastikan ketersediaan dan distribusi BBM tidak ada masalah.

“Saya sudah melihat kesiapan sarana dan prasarananya. Saya rasa sangat baik persiapannya dan Insya Allah lebih baik dari tahun sebelumnya. Apalagi untuk tahun ini jalan tolnya sudah lebih panjang, dan ada bagian yang fungsionalnya,” katanya.

Ia juga mengaku senang, karena Lebaran tahun ini Pertamina kembali menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium. Rini mengapresiasi upaya dari Pertamina, yang kembali menjual BBM jenis Premium pada masa arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.

Menurutnya, Lebaran tahun ini dari tiga ribuan lebih SPBU di jalur mudik Jawa dan Sumatera ada 20 persen SPBU yang kembali menjual Premium. Artinya, kebutuhan BBM bersubsidi itu akan mudah didapat masyarakat saat melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman.

“Yang saya senang, tahun ini betul-betul disiapkan Premium. Jadi, di semua titik itu 20 persennya ada Premiumnya. Ini penting. Kedua, ada pembayaran nontunainya itu kerja sama dengan Himbara, sehingga memudahkan bagi pelanggan,” kata Rini.

Sementara, Plt Dirut Pertamina Ncke Widyawati menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan berbagai langkah strategis guna kelancaran distribusi pasokan BBM. Di antaranya dengan membangun KiosK/Serambi Pertamax, mobile dispenser unit, motorist dan penyiapan BBM kemasan. (Bud)

Artikel sebelumnyaPertamina Bagikan Santunan Rp25 Juta Untuk Yayasan Yatim Piatu di Sekitar Kantor MOR IV
Artikel selanjutnyaBagaimana Membenahi Komunikasi Politik Pemerintah agar Tak Terjadi Distorsi Informasi?

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini