PIKES Jadi Wadah Tingkatkan Ekonomi Syariah di Jateng

Semarang, Idola 92.6 FM – Guna meningkatkan perekonomian syariah, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Jawa Tengah menginisiasi terbentuknya Pusat Informasi Kajian dan Pengembangan Ekonomi Syariah (PIKES).

Kepala KPw Bank Indonesia Jateng Hamid Ponco Wibowo mengatakan PIKES yang baru saja diluncurkan, akan menjadi forum koordinasi dan komunikasi, agar bisa memberikan data dan informasi tentan pengembangan ekonomi syariah di Jateng.

Perekonomian syariah yang ditopang dari lembaga keuangan syariah di Jawa Tengah, masih belum bisa sejajar atau lebih tinggi bila dibanding perbankan konvensional. Sehingga, untuk meningkatkan kinerja dari lembaga keuangan syariah diperlukan sejumlah upaya perbaikan. Yaitu pembenahan lembaganya dan edukasi kepada masyarakat tentang lembaga keuangan syariah.

Menurutnya, salah satu sasaran dari PIKES tersebut adalah pondok pesantren dan yayasan panti asuhan berbasis keagamaan. Bahkan, untuk pondok pesantren di Jateng saat ini sudah lebih 4.400 pondok pesantren dan nomor tiga di seluruh Indonesia.

Ponco menjelaskan, di pondok pesantren juga berkembang ekonomi syariahnya. Nantinya, PIKES akan beranggotakan pegiat ekonomi syariah dari berbagai instansi. Di antaranya ada dari akademisi dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Jadi ini salah satu wadah komunikasi dan koordinasi antara pegiat ekonom syariah, itu intinya. Sehingga, kita coba menggali lebih dalam lagi seperti apa ekonomi syariah itu. Dengan Pikes ini, diharapkan pihak-pihak seperti ini akan disinergikan dengan klaster milik Bank Indonesia. Tujuannya, ekonomi syariah di Jateng bisa tumbuh lebih cepat,” kata Ponco.

Salah satu produk unggulan dari PIKES, jelas Ponco, adalah linkage program. Yakni pemberdayan UMKM, pondok pesantren, Baznas dan lembaga keuangan syariah lainnya.

“Dengan peluncuran PIKES ini, menandai awal dimulainya kegiatan festival ekonomi syariah pada awal Mei 2018 nanti di Jateng,” tandasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaGanjar Sebut Kasus Penganiayaan Tokoh Agama di Kendal Harus Didalami Motifnya
Artikel selanjutnyaEkonomi Membaik, Kapolri: Indonesia Tak Akan Bubar

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini