PPDB Online Dengan Zonasi Tutup Dominasi Sekolah Favorit

Semarang, Idola 92.6 FM – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan tahun ini merupakan tahun kedua dari Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berbasis online, dan tahun pertama menerapkan sistem zonasi untuk sekolah menengah atas negeri (SMAN).

Pada penyelenggaraan tahun pada pertama, jelas Ganjar, masih banyak kekurangan yang menjadikan sistem tidak berjalan dengan baik. Saat itu, banyak calon siswa dan orang tua memilih mendaftar ke sekolah yang dianggap favorit. Sehingga, muncul persoalan klasik.

Menurutnya, persoalan menganggap sekolah favorit adalah unggulan ini menjadikan banyak sekolah lain kekurangan siswa. Bahkan, pada waktu itu muncul surat keterangan tidak mampu (SKTM) asli tapi palsu dengan mengaku sebagai orang miskin untuk mendaftar sekolah.

Ganjar menyebutkan, akibat dari kasus SKTM aspal itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng mencoret 168 calon siswa yang sebenarnya bukan kategori keluarga miskin. Sehingga, ia menyebut jika saat itu terjadi demoralisasi yang dilakukan calon siswa atau orang tua siswa.

Oleh karena itu, pada tahun ini dengan menerapkan sistem zonasi seluruh sistem PPDB online diperbaiki.

“Dari persoalan-persoalan itu, kita coba perbaiki. Di samping cara online untuk menginput data, di PPDB kedua ini kita sempurnakan semuanya. Rayonisasi diganti dengan zona, lebih pada kedekatan jarak sekolah dengan tempat tinggal calon siswa,” kata Ganjar usai mengisi acara di Puri Gedeh, Selasa (3/7).

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, yang masih ditemukan di hari kedua pendaftaran sekolah adalah mengenai skoring dari piagam penghargaan milik calon siswa. Dirinya sempat mendatangi SMAN 3 Semarang dan menemukan ada calon siswa yang meminta prioritas pendaftaran, dengan alasan memiliki banyak piagam. (Bud)

Artikel sebelumnyaRaih 40 Persen Suara, Sudirman Minta KPU Tak Main-main Dengan Suara Rakyat
Artikel selanjutnya60 Persen Pelanggan PLN Yang Manfaatkan Program Gemerlap Lebaran 2018 Adalah Rumah Ibadah