Dinas Kesehatan Ingatkan Jamaah Calon Haji Jaga Kebersihan dan Kesehatan Selama di Tanah Suci

Calon calon haji asal Kota Semarang saat melakukan latihan manasik haji sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Semarang, Idola 92.6 FM – Para jamaah calon haji (calhaj) asal Jawa Tengah, diminta memersiapkan sedini mungkin kondisi fisiknya sebelum berangkat ke Tanah Suci untuk menjalankan ibadah haji. Bahkan, saat berada di Makkah dan Madinah juga diimbau tetap menjaga kondisi tubuh.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta Siti Wahyuningsih mengatakan para jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci, juga diminta selalu menjaga kebersihan dan kesehatan. Terlebih lagi, jamaah haji saat di Tanah Suci juga diingatkan selalu berperilaku bersih. Baik sebelum atau sesudah makan, untuk menghindari timbulnya penyakit.

Menurutnya, kondisi alam di Arab Saudi berbeda dengan di Tanah Air. Sebab, di Arab Saudi cenderung bercuaca panas dan udaranya kering.

Oleh karena itu, jelas Wahyu, selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci diharapkan menerapkan pola hidup sehat, memerbanyak minum air putih dan istirahat yang cukup. Bahkan, bila perlu selalu menggunakan alat pengaman diri (APD) dan hal terkait lainnya.

“Kuncinya adalah PHBS, perilaku hidup bersih dan sehat. Kuncinya itu. Karena, infeksi apapun kalau budaya kita bersih dan sehat Insya Allah penyakit itu seperti perang. Kalau penyakitnya lebih dominan dari daya tahan tubuh, ya penyakit yang menang. Tapi kalau daya tahan tubuh baik, maka penyakit ini tidak muncul. Jadi, untuk jamaah asal Solo sudah dinyatakan sehat dan bisa berangkat,” kata Wahyu saat di Semarang.

Lebih lanjut Wahyu menjelaskan, pihaknya selalu melakukan pemantauan kepada para jamaah haji saat melakukan pendaftaran hingga diberangkatkan menuju asrama haji. Bahkan, untuk melihat perkembangan kesehatan para jamaah haji, pihaknya menerapkan sejumlah pemeriksaan yang harus dilalui. Salah satunya adalah tes kebugaran.

“Tahapan tes kesehatan yang kami berlakukan memang cukup ketat bagi jamaah haji, ini juga untuk kebaikan mereka. Sehingga, baik pergi maupun kembali tetap dalam kondisi yang sehat,” jelasnya.

Sementara, terkait penyakit meningitis saat di Tanah Suci, Wahyu mengaku sudah memberikan vaksin kepada jamaah haji asal Solo. Sehingga, sebelum berangkat menjalankan ibadah haji diharapkan masa inkubasi dari vaksin meningitis itu sudah tercapai dan jamaah terlindungi. (Bud)

Artikel sebelumnyaSaint Gobain Siap Dukung Proyek Infrastruktur Besar di Jateng
Artikel selanjutnyaOperator Seluler di Indonesia Beri Kemudahan Layanan Komunikasi Calhaj di Tanah Suci