Pemprov Jateng Dorong Desa Berinovasi Dalam Kelola Dana Desa

Klinik Pratama BUMDes Sehat
Ganjar Pranowo mengunjungi Klinik Pratama BUMDes Sehat di Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati yang merupakan salah satu inovasi pengelolaan dana desa.

Semarang, Idola 92.6 FM – Setiap tahunnya, setiap desa mendapatkan kucuran dana yang jumlahnya cukup besar. Dana desa yang diterima setiap tahun itu, harus bisa dikelola dengan baik untuk mendongkrak perekonomian masyarakat setempat.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pihaknya mendorong kepada semua desa di provinsi ini, untuk bisa mengelola dana desa yang diterima setiap tahunnya. Inovasi pengelolaan dana desa diserahkan kepada masyarakat sekitar, namun tetap mendatangkan manfaat dalam mendongkrak perekonomian desa.

Ganjar menjelaskan, salah satu inovasi pengelolaan dana desa yang dinilai berhasil dan bisa ditiru adalah Klinik Pratama BUMDes Sehat Kecamatan Tlogowungu, di Kabupaten Pati. Klinik tersebut merupakan bagian dari PT Maju Berdikari Sejahtera Pati, yang dimiliki 159 desa di sekitar Kecamatan Tlogowungu.

Ganjar menjelaskan, BUMDes yang mengelola dana desa untuk pemanfaatan poliklinik itu akan memiliki napas panjang. Artinya, akan ada banyak inovasi yang bisa dibuat dan dilakukan untuk bisa bertahan lama.

Menurutnya, banyak masyarakat desa yang kebingungan ketika menerima dana desa dengan jumlah begitu besar. Klinik Pratama BUMDes Sehat yang dikelola di sekitar Kecamatan Tlogowungu ini, diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola dana desa.

“Ya saya kira ini bagian yang menarik, dari kreativitas anak-anak muda. Tadi 159 desa, dan mereka menjadi pemegang saham. Per desa setorannya Rp50 juta-Rp100 juta, dan kemudian mereka punya unit-unit usaha. Pilihannya adalah poliklinik, dan saya kira bagus. Pilihannya relatif bermanfaat, karena pelayanan kesehatan. Mereka bisa mendekatkan fasilitas kesehatan, dan terjangkau harganya. Kedua, mereka bisa membantu pemerintah dalam hal politik kesehatan,” kata Ganjar, Senin (18/11).

Ganjar Lebih lanjut berharap, Klinik Pratama BUMDes Sehat akan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Jateng dalam mengelola dana desanya.

Sementara, Ketua BUMDes Bersama, Rusgiyanto menambahkan, klinik tersebut sudah menjalani masa uji coba sejak Agustus 2019. Saat ini, sudah ada tiga orang dokter dengan sembilan perawat dan beberapa pegawai lainnya yang bekerja di Klinik Pratama BUMDes Sehat. (Bud)

Artikel sebelumnyaSatu OPD Satu Inovasi, Jateng Jadi Provinsi Terinovatif Sepanjang 2019
Artikel selanjutnyaPemprov Jateng Minta Masyarakat Segera Mengungsi Jika Merapi Meletus

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini