Rp300 Miliar Target Yang Akan Dicapai Semarang Great Sale Tahun Ini

Wakil Wali Kota Hevearita G Rahayu menempelkan stiker Semarang Great Sale di lapak milik pedagang di Pasar Peterongan, Jumat (28/6).

Semarang, Idola 92.6 FM – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Semarang Arnaz Andarasmara mengatakan gelaran tahunan Semarang Great Sale kembali dihelat, dengan hadiah utamanya sebuah mobil. Semarang Great Sale dimulai pada 28 Juni hingga 28 Juli 2019.

Semarang Great Sale, jelas Arnaz, melibatkan 1.289 peserta yang terdiri dari pelaku usaha ritel sampai dengan pedagang kaki lima (PKL) dan pedagang di pasar tradisional.

Menurutnya, Semarang Great Sale lebih mengutamakan pembayaran dengan sistem nontunai atau cashless. Yakni, sebagai upaya mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) dari Bank Indonesia.

Arnaz menjelaskan, selama pelaksanaan kegiatan seluruh transaksi akan terpantau lewat aplikasi Semarang Great Sale ini yang bisa diunduh di gawai untuk mendapatkan kupon undian. Apabila menggunakan pembayaran nontunai dan aplikasi OVO, maka kupon akan dikalikan tiga.

“Saya yakin pasti tinggi, sekitar Rp250 miliar-Rp300 miliar. Kita sudah sosialisasi sejak tahun kemarin. Dan satu lagi, trafiknya dari seluruh transaksi akan bisa dilihat. Jadi, kita penyelenggara tidak bisa memanipulasi atau asal bicara omzetnya berapa karena nanti transaksinya akan terlihat jelas dengan aplikasi,” kata Arnaz saat mendampingi Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu penempelen stiker Semarang Great Sale di Pasar Peterongan, Jumat (28/6).

Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu menyatakan, kegiatan Semarang Great Sale punya tujuan yang baik untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Terutama bagi pedagang pasar dan PLK.

Terlebih lagi, jelas Mbak Ita, Semarang Great Sale bisa menjadi magnet untuk menarik tamu ke Kota Semarang.

“Pada tahun ini akan meningkat omzet penjualannya, dan ternyata pada bulan Juli ini Kota Semarang ada event-event besar. Kita harapkan, para tamu diarahkan belanja. Karena di mal, toko ritel dan pasar tradisional semua mengikuti Semarang Great Sale,” ujar Mbak Ita. (Bud)

Artikel sebelumnyaDinkes Boyolali Klaim Kasus Stunting Rendah
Artikel selanjutnyaGanjar Yakin Setelah Putusan MK, Indonesia Kembali Berdamai