Dinperindag Jateng Dorong Pengusaha Buka Pabrik Substitusi Impor

Arif Sambodo
Arif Sambodo, Kepala Dinperindag Jateng.

Semarang, Idola 92,6 FM – Penurunan impor bahan baku, menjadi indikasi dari praktik substitusi impor mulai dilakukan. Sehingga, Dinperindag Jawa Tengah mendorong para pelaku industri bisa membuka pabrik yang berorientasi pada pembuatan produk substitusi impor.

Kepala Dinperindag Jateng Arif Sambodo mengatakan pemerintah pusat sudah mengeluarkan Perpres Nomor 79 Tahun 2019, tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan di Jawa Tengah. Dalam perpres itu mengatur tentang rencana induk percepatan pembangunan ekonomi kawasan Kendal-Semarang-Salatiga-Demak-Grobogan dan kawasan Purworejo-Wonosobo-Magelang-Temanggung serta kawasan Brebes-Tegal-Pemalang.

Arif menjelaskan, di dalam perpres itu juga mengatur soal target peningkatan investasi dan mendorong terwujudnya pertumbuhan ekonomi sebesar tujuh persen hingga 2023 mendatang. Oleh karena itu, peningkatan kemudahan berinvestasi di Jateng harus terus dioptimalkan.

Menurutnya, penurunan impor bahan baku penolong dianggap sebagai hal baik dalam upaya percepatan pertumbuhan ekonomi sebesar tujuh persen.

“Bersamaan dengan terbitnya Perpres 79, dokumen-dokumen untuk peningkatan ekspor ada di dalam perpres itu. Di samping itu, kita sedang mengembangkan kawasan-kawasan industri yang di dalamnya kita utamakan mereka yang bergerak pada produsen substitusi impor. Artinya, kita akan mencoba mengurangi impor. Kemudian, di sisi lain kita juga memunculkan pusat-pusat logistik berikat di beberapa tempat dalam rangka memfasilitasi para eksportir dan importir,” kata Arif, Jumat (28/2).

Lebih lanjut Arif menjelaskan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng menyebut jika pada tahun sebelumnya terjadi penurunan hampir semua jenis impor bahan baku. Impor bahan baku penolong selama 2019 turun US$2,5 miliar, atau minus 21,07 persen dibanding 2018.

“Saya mencontohkan Sritex, dulu benangnya impor dan sekarang tidak. Tapi, jangan sampai penurunan impor ini kemudian mengganggu rantai pasok industri dalam negeri,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaBiro Umrah di Semarang Siap Atur Ulang Keberangkatan Calon Jamaah
Artikel selanjutnyaKomaidi: Pertamina Harus Eksplorasi Cadangan Minyak Untuk Kebutuhan Dalam Negeri

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini