Dinperindag Jateng Dekati Kelompok Tani Agar Mau Gabung di Sistem Resi Gudang

Sistem Resi Gudang

Semarang, Idola 92,6 FM – Dinperindag Jawa Tengah tengah mengupayakan pendekatan kepada kelompok tani, agar bergabung dalam pengembangan Sistem Resi Gudang (SRG) sebagai bagian dari penguatan ekonomi kemasyarakatan. Saat ini, dari 15 SRG yang ada di Jateng baru tiga berjalan dengan baik.

Kepala Dinperindag Jateng Arif Sambodo mengatakan 15 SRG itu tersebar di 13 daerah, dan tiga daerah mampu mengembangkan SRG dengan baik. Pernyataan itu dikatakannya di sela mengikuti kegiatan Wamendag Jerry Sambuaga di Kota Semarang, Selasa (16/3) kemarin.

Arif menjelaskan, pihaknya kini tengah melakukan pendekatan dan edukasi kepada para kelompok tani di Jateng untuk bisa bergabung di SRG. Pihaknya juga akan menggandeng pihak-pihak terkait untuk melakukan penyuluhan kepada kelompok tani.

Menurutnya, dengan memanfaatkan para penyuluh pertanian diharapkan bisa memudahkan melakukan pendekatan kepada para petani. Selain itu, juga bisa mengubah pola pikir petani agar tidak terburu-buru menjual ke tengkulak.

Arif Sambodo
Arif Sambodo, Kepala Dinperindag Jateng.

“Terus terang, mengelola SRG itu seperti mengelola suatu lembaga pembiayaan. Kita sebenarnya semua pengelola sudah kita latih, ada yang sudah berjalan dan ada yang masih dilatih. Ini kan tergantung pengelolanya, ada yang baru mencari pengelolanya. Otomatis kalau baru mencari pengelola, kita harus meningkatkan sumber daya manusianya. Mungkin kalau selama ini baru di sisi beras dalam arti masih menyimpan dan belum diolah, ke depannya akan ke arah itu,” kata Arif.

Lebih lanjut Arif menjelaskan, edukasi dan pendekatan kepada petani untuk mau bergabung dengan SRG butuh waktu yang panjang karena berkaitan dengan mengubah pola pikir para petani. Oleh karena itu, pemerintah daerah melalui dinas terkait bisa ikut berpartisipasi melakukan penyuluhan dan pendekatan.

“Apabila petani bisa paham tentang arti resi gudang, maka akan berdampak baik pada stok pangan. Cuma, meyakinkan petani pindah ke resi gudang butuh waktu dan perlu diberikan contoh-contoh yang sudah berjalan,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaDinkes Jateng Targetkan Vaksinasi Tahap Kedua Berakhir Sebelum Juni 2021
Artikel selanjutnyaOJK Jateng Imbau Masyarakat Hati-hati Tawaran Investasi Bodong di Masa Pandemi