Pemerintah Pusat Apresiasi Kota Semarang Bebaskan Langit Dari Jaringan Kabel

Sistem Kabel Bawah Tanah

Semarang, Idola 92,6 FM – Sistem ducting yang menata jaringan kabel di udara bebas dan memindahkan ke bawah tanah dari Pemkot Semarang, mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Langkah dari pemkot ini, harus mendapat dukungan dari perusahaan-perusahaan yang memang bergerak di bidang telekomunikasi ataupun jaringan listrik dari PLN.

Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Eko Subowo mengatakan upaya inovatif dari Pemkot Semarang, layak mendapat apresiasi dan harus didukung semua pihak. Sebab, dengan keterbatasan dana yang dimiliki pemkot tidak bisa melayani masyarakat lebih cepat. Sehingga, perlu ada keterlibatan dari perusahaan negara atau swasta.

Eko menjelaskan, sistem ducting yang dilakukan Pemkot Semarang dengan menggandeng pihak swasta sudah ada payung hukumnya. Yakni PP Nomor 28 Tahun 2018, tentang Kerja Sama Daerah.

Menurutnya, sistem ducting juga dalam rangka menyambut era teknologi komunikasi 5G dan mendukung smart city di Kota Semarang.

“Ducting ini adalah rumah kabel, yang mana akan membangun infrastruktur telekomunikasi. Jadi, di rumah-rumah nanti akan bisa punya layanan internet yang tinggi. Belum lagi di era ke depannya di era 5G itu membutuhkan fiber optic. Antara BTS ke BTS itu, harus ada fiber optic. Jaraknya cuma 200 meter, tiap 200 meter kan banyak. Itu adalah infrastruktur dasar untuk mengembangkan smart city dan digital economy,” kata Eko di Semarang.

Eko lebih lanjut menjelaskan, konsep ducting atau penataan kabel dengan memindahkan ke bawah tanah di Kota Semarang bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya.

Sementara itu, penataan kabel dengan sistem ducting di Kota Semarang direncanakan dimulai di Jalan Pemuda, Jalan Gajah Mada dan Jalan Pandanaran atau Segitiga Emas Kota Semarang. Kemudian di kawasan Kota Lama, untuk memercantik ikon wisata Kota Semarang.

Pada tahap awal, Pemkot Semarang menggandeng PT Moratelindo untuk menggarap ducting sepanjang 500 kilometer lebih di jalan-jalan kota. Nilai investasi untuk pembangunan ducting, diperkirakan sebesar Rp617 miliar. (Bud)

Artikel sebelumnyaPemprov: Jawa Tengah Masih Aman Dari Virus Corona
Artikel selanjutnyaSebagai Etalase Pertumbuhan Ekonomi Jateng, PRPP Direvitalisasi Besar-Besaran Tahun Ini

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini