Dapur Umum Brimob Siapkan 2 Ribu Kotak Nasi Setiap Hari

Dapur umum Polda Jateng
Aktivitas menata nasi kotak di dapur umum Polda Jateng.

Semarang, Idola 92,6 FM – Tim dapur lapangan Sat Brimob Polda Jawa Tengah dari Kompi I Batalyon A, setiap hari menyiapkan dua ribu kotak nasi dan dibagikan kepada warga sekitar Kaligawe yang terdampak banjir. Setiap harinya, ada 25 personel Brimob yang memasak dan dibantu sejumlah ibu-ibu warga sekitar.

Komandan Tim Dapur Lapangan Ipda Sapuan mengatakan sejak banjir terjadi di Kota Semarang, pihaknya langsung diterjunkan untuk membuat dapur lapangan di wilayah Kaligawe. Posko dapur umum ditempatkan tidak jauh dari SPBU Kaligawe, karena memang tempatnya lebih tinggi dan aman dari banjir.

Sapuan menjelaskan, dua ribu kotak nasi yang disiapkan setiap hari itu untuk dua kali makan. Yakni siang dan malam, masing-masing seribu nasi kotak.

Menurutnya, tim dapur lapangan hanya bertugas memasak sesuai bahan yang ada bantuan dari sejumlah pihak selain dari polda dan Pemprov Jateng.

“Di sini kami mendirikan dapur lapangan. Kami setiap hari memasak nasi dua ribu dus, untuk disalurkan ke masyarakat sekitar yang terdampak banjir. Kami di sini memasak pagi mi, telur dan sayur. Itu yang bisa kami siapkan,” kata Sapuan, Kamis (11/2).

Sementara itu saat meninjau kawasan Kaligawe dan Genuk di Kota Semarang hingga Sayung di Kabupaten Demak, Gubernur Ganjar Pranowo juga menyempatkan melihat aktivitas di dapur umum yang dibuat warga di Desa Prampelan. Setidaknya ada 151 kepala keluarga (KK) yang mengungsi di balai desa tersebut, dan sebagian di antaranya sedang menikmati makan siang menu mi dan telur.

Kepada petugas yang ada di dapur umum, Ganjar meminta penyajian menu bisa divariasi tidak hanya olahan mi instan dan telur saja. Namun, juga bisa diberikan tambahan atau olahan sayur.

“Makanya kita minta nanti dicarikan sayur ya dan buah yang segar-segar. Kondisi pengungsi sampai hari ini bagus ya. Kalau makan sih sampai hari ini cukup,” ujar Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar juga meminta, apabila di pengungsian ada ibu hamil dan balita untuk dipastikan asupan gizi yang cukup. Sehingga, meskipun dalam keadaan mengungsi tetapi jangan sampai kekurangan gizi. (Bud)

Artikel sebelumnyaPemprov Siapkan Rp1 Miliar Untuk Perbaikan Jalan Rusak Karena Banjir
Artikel selanjutnyaMeski Pandemi, Warga Tionghoa Tetap Berburu Asesori Imlek

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini