Meski Pandemi, Warga Tionghoa Tetap Berburu Asesori Imlek

Angelina
Angelina, seorang pembeli pernak-pernik Imlek di sebuah toko di kawasan Pecinan Semarang.

Semarang, Idola 92,6 FM – Meskipun saat ini masih terjadi wabah COVID-19, namun tidak menyurutkan antusias warga Tionghoa di Kota Semarang berburu pernak-pernik perayaan Imlek. Mulai dari perlengkapan untuk ibadah, hingga asesori hiasan rumah.

Seorang warga Tionghoa, Angelina mengaku sengaja membeli beberapa perlengkapan ibadah dan asesori hiasan rumah untuk menyambut perayaan Imlek tahun ini. Beberapa asesori yang dibelinya itu baju cheongsam, kue keranjang dan juga lampion.

Menurut Angelina, perayaan Imlek tahun ini terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, tahun ini pandemi COVID-19 belum bisa dikendalikan.

Angelina menjelaskan, membeli pernak-pernik menjelang Imlek sudah menjadi tradisi di keluarganya. Sehingga, meski tidak semeriah tahun sebelumnya tetapi acara keluarga tetap berlangsung secara sederhana.

“Kita Belanja lampion untuk menyemarakkan Imlek, sama angpao. Soalnya yang paling lengkap di sini sih, dan tiap tahun selalu belanja di sini. Biasanya kita menghias rumah kayak gitu. Kalau makanan sudah pasti, apalagi pas Imlek pasti kita siapkan makanan,” kata Angelina saat ditemui di sebuah toko penjual perlengkapan Imlek di kawasan Pecinan, Kamis (11/2).

Angelina berharap, perayaan Imlek pada tahun ini tetap diberikan kesehatan dan berdoa agar pandemi COVID-19 segera berlalu. Sehingga, semua orang bisa berkumpul dengan keluarganya seperti tahun-tahun sebelumnya.

Sementara itu penjual pernak-pernik Imlek, Nanik mengakui jika saat pandemi ini jumlah pelanggan yang datang berkurang dari tahun sebelumnya. Tidak banyak yang datang ke toko, karena memang kebanyakan memesan secara online.

Menurut Nanik, biasanya pembeli yang datang mencari lampion dan juga angpao untuk perayaan Imlek. Selain itu, karena saat ini bertepatan dengan shio Kerbau Logam maka banyak yang memburu kaos bergambar shio tersebut.

“Biasanya pembeli banyak datang itu juga pada hari H. Itu mereka beli amplop angpao. Soalnya kita di hari H juga masih buka. Kalau amplop angpao mulai harga Rp3 ribu sampai Rp20 ribu,” ujar Nanik.

Nanik juga memiliki harapan yang sama dengan warga Tionghoa lainnya di Kota Semarang, agar pada perayaan Imlek tahun ini pandemi COVID-19 segera berakhir. (Bud)

Artikel sebelumnyaDapur Umum Brimob Siapkan 2 Ribu Kotak Nasi Setiap Hari
Artikel selanjutnyaMerefleksi Hari Pers Nasional: Bagaimana Mendorong Profesionalisme Insan Pers

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini