Dinakertrans Sebut Banyak Pabrik di Jateng Kebanjiran Order

Sakina Rosellasari
Sakina Rosellasari, Kepala Dinakertrans Jateng.

Semarang, Idola 92,6 FM – Dinakertrans Jawa Tengah menyebutkan, di tengah penerapan PPKM guna menekan angka kasus COVID-19 ternyata mendatangkan berkah bagi perusahaan di Jateng. Banyak perusahaan di Jateng yang kebanjiran order dari luar negeri, karena negara-negara Asia lainnya menerapkan lockdown.

Kepala Dinakertrans Jateng Sakina Rosellasari mengatakan beberapa perusahaan padat karya di Jateng mendapatkan berkah, karena sejumlah negara di kawasan Asia menerapkan lockdwon. Pernyataan itu dikatakannya saat dihubungi, kemarin.

Menurut Sakina, beberapa perusahaan padat karya di Jateng yang kebanjiran order dari luar negeri di antaranya adalah perusahaan alas kaki dan garmen atau tekstil.

Sakina menjelaskan, karena kebanjiran order dari luar negeri itu membuat perusahaan membuka banyak lowongan pekerjaan. Penambahan tenaga kerja dengan membuka lowongan pekerjaan itu, guna memenuhi permintaan dari luar negeri di tengah situasi pandemi.

“Tetapi di satu sisi itu kebanjiran order. Perusahaan yang di luar negeri misal di Vietnam, Malaysia dan India lockdown tapi kita ini kan masih terus beroperasi. Sehingga, ketika ada PPKM tetap beroperasi tetapi sesuai dengan regulasi. Artinya masuk kritikal atau esensial terus ada penambahan shif-shif dan lain sebagainya. Itu upaya agar perusahaan tetap produktif. Nah di satu sisi ternyata juga membuka lowongan pekerjaan itu juga padat karya,” kata Sakina.

Lebih lanjut Sakina menjelaskan, pihaknya mengetahui banyak perusahaan membuka lowongan pekerjaan melalui aplikasi E-Makaryo. Aplikasi itu merupakan platform bursa kerja online, yang bisa dimanfaatkan pengusaha atau pencari kerja.

“Pandemi COVID-19 menyebabkan tingkat pengangguran terbuka di Jateng naik turun. Sebelum pandemi ada sekitar 800 ribuan sekian, dan pada 2020 meningkat jadi 1,2 jutaan orang. Kemudian di triwulan pertama 2021 turun 1,1 juta orang,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaBed Occupancy Rate (BOR) di Jateng Terus Menurun
Artikel selanjutnyaWarga Lansia Banyumas Divaksin di Rumah Masing-masing

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini