Kapolda Jateng Perintahkan Jajaran Amankan Gudang Vaksin Sinovac

Proses memasukkan vaksin Sinovac ke ruang pendingin
Seorang anggota polisi mengawasi proses memasukkan vaksin Sinovac ke ruang pendingin.

Semarang, Idola 92,6 FM – Gudang Farmasi milik Dinas Kesehatan Jawa Tengah sebagai tempat penyimpanan vaksin COVID-19 jenis Sinovac, mendapat penjagaan ketat dari aparat kepolisian. Setiap hari, gudang yang berada di kawasan Tambakaji Ngaliyan itu dijaga ketat personel Polrestabes Semarang dibantu Brimob Polda Jateng.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan keberadaan vaksin Sinovac itu sangat berharga, karena berkaitan dengan keselamatan nyawa manusia. Oleh karena itu, jajarannya bertugas untuk mengamankan dan menjaga gudang farmasi tersebut sebagai obyek vital.

Kapolda menjelaskan, nantinya personel kepolisian juga akan mengawal pendistribusian vaksin Sinovac dari gudang farmasi menuju ke kabupaten/kota di Jateng. Sehingga, selama perjalanan tetap lancar dan mutu vaksin tetap terjamin sampai di tempat tujuan.

“Dan sampai sekarang kita amankan, sambil menunggu perintah dari pak gubernur sebagai ketua gugus tugas di Provinsi Jawa Tengah tentang pembagiannya nanti ke mana dan kepada siapa. Polri sifatnya hanya mengamankan, biar tidak terjadi adanya satu gangguan dari vaksin,” kata kapolda, Rabu (6/1).

Terpisah, Gubernur Ganjar Pranowo meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan informasi menyesatkan soal vaksin Sinovac. Masyarakat juga diminta mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurut Ganjar, sejak vaksin Sinovac tiba di Indonesia dan mulai dilakukan pendistribusian juga diikuti dengan munculnya informasi hoax.

“Sehingga, cerita hoax yang beredar jangan ikut atau cuek aja jangan didengerin. Jadi, masyarakat jangan mempercayai hoax bisa bertanya kepada pemerintah,” ujar Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, nantinya program vaksinasi yang dilakukan secara bertahap itu dimulai dari para tenaga kesehatan. Selain itu, nantinya tidak semua orang akan mendapatkan vaksin karena ada ketentuan batasannya. (Bud)

Artikel sebelumnyaPertashop di Tol Pemalang-Batang Paling Tinggi Konsumsi BBM Selama Libur Nataru
Artikel selanjutnyaUGM Sebut Tingkat Akurasi GeNose Bisa Capai 97 Persen Untuk Deteksi COVID-19

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini