Kolaborasi Mahasiswa 4 Kampus Hasilkan Inovasi Energi Listrik Dari Limbah Sekam Padi

Tim Mahasiswa 4 Kampus
Tim Mahasiswa 4 Kampus Hasilkan Inovasi Energi Listrik Dari Limbah Sekam Padi. (Photo dok Abdul Itera)

Lampung, Idola 92.6 FM – Mahasiswa dari empat kampus yakni dari Institut Teknologi Sumatera (Itera) Lampung, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Sriwijaya, dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta berkolaborasi meneliti limbah sekam padi untuk menghasilkan energi listrik.

Berkat penelitian ini, mereka berhasil meraih medali emas dalam ajang International Avicenna Youth Science Fair tahun 2021 yang diselenggarakan Indonesia Young Scientist Association (IYSA) Teheran, Iran.

Mereka adalah Abdul Khanafy Institut Teknologi Sumatera (Teknik Pertambangan), Adelia Putri Institut Teknologi Sumatera (Teknik Biomedis), Farrel Jonathan Vickeldo Institut Teknologi Bandung (Teknik Biomedis), Muthia Zahra Mutmainnah Universitas Gadjah Mada (Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian) dan Nahla Akila Universitas Sriwijaya (Farmasi).

Kolaborasi mereka tertuang dalam karya tulis ilmiah bertajuk ‘Bioranit Biohydrogen Rice Huck with Chitosan Composite Membrane Fuel Cell’ atau pemanfaatan Bioranit biohidrogen dari limbah sekam padi dengan membran kitosan untuk menghasilkan sumber membran fuel cell yang dapat menghasilkan energi listrik.

Sekam Padi
(Photo/Istimewa)

Abdul Khanafy, anggota tim peneliti dari Itera Lampung menerangkan, penelitian tersebut didasari banyaknya limbah sekam padi yang tidak dimanfaatkan secara optimal. Selain itu juga dilatarbelakangi kebutuhan energi yang kian hari makin meningkat.

Abdul berharap penelitian yang mereka lakukan dalam tahap kajian tersebut dapat diteliti lebih lanjut. Sebab, bahan bahan yang digunakan termasuk bahan yang sangat melimpah dan diharapkan dapat diterapkan secara langsung.

Selengkapnya, melihat lebih jauh mengenai kolaborasi tim mahasiswa dari 4 kampus yang menghasilkan energi listri dari limbah sekam padi, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Abdul Khanafy, anggota tim peneliti dari Program Studi Teknik Pertambangan Itera Lampung. (yes/her)

Simak podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaMasih Minimnya Perlindungan Hukum bagi Perempuan di Indonesia: Apa Pokok Pangkalnya?
Artikel selanjutnyaGus Yasin Imbau Warga Jateng Tak Liburan Saat Nataru

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini