Mengenal Hanna Arini Parhusip, Dosen UKSW yang Mengembangkan Motif Batik dari Rumus Matematika

Dr Hanna Arini Parhusip
Dr Hanna Arini Parhusip, Dosen Matematika Fakultas Sains dan Matematika (FSM) UKSW Salatiga berinovasi dengan mengembangkan motif batik dari rumus matematika. (Photo dok Hanna)

Salatiga, Idola 92.6 FM – Di sela aktivitasnya menjadi dosen matematika di Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, perempuan satu ini, berinovasi dengan mengembangkan motif batik dari rumus matematika. Ia adalah Dr Hanna Arini Parhusip atau akrab disapa Bu Hanna.

Beberapa motif batik yang telah dikembangkannya, antara lain menggunakan desain kurva parametrik, pemanfaatan aljabar, rumus matematika, dan simbol matematika lainnya. Menurut Hanna banyak sekali simbol dan rumus-rumus matematika yang bisa dikembangkan menjadi desain menarik bagi masyarakat.

Hanna mengembangkan batik inovasi matematika/mathematical art in batik (Batima) dan ornament decorative mathematics (Odema) seperti aksesori dari perak/ tembaga, dan suvenir seperti gelas/tas dan gantungan kunci.

Atas usaha kreatifnya, Hanna menerima hibah Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) Kemendikbud-Ristek. Kegiatan PPUPIK ini merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan semangat kewirausahaan, sesuai dengan bidang ilmu yang diberikan kepada mahasiswa.

Tahun lalu, Hanna telah memiliki lima hak cipta bersama Agnes Dhika, mahasiswa matematika FSM angkatan 2019. Lalu menerbitkan buku bersama Dhenny Indrajaya, mahasiswa angkatan 2018 dengan penerbit Andi Offset Jogjakarta. Pada tahun ini PPUPIK juga akan menghasilkan hak cipta dan buku bersama mahasiswa lainnya.

Kemudian pada 10 Agustus 2021 ini, dua mahasiswa S1 Matematika FSM berhasil menjadi finalis 10 terbaik Lomba Kreatif dan Inovasi (Krenova) Salatiga dengan membawa topik ”Silver Math” yang merupakan salah satu jenis produk dari hibah PPUPIK ini. Hanna mengungkapkan, melalui kegiatan PPUPIK, dihasilkan berbagai desain Batima dan Odema.

Selengkapnya, mengenai apa di balik kisah inovasi dan pengembangan motif batik dari rumus matematika, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Dr Hanna Arini Parhusip, dosen Matematika Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga yang berinovasi mengembangkan motif batik dari rumus matematika. (yes/ her)

Dengarkan podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaMenghadapi Ujian Pandemi Covid-19, Apakah Kita Sudah Cukup Bersatu?
Artikel selanjutnyaTerbelit Utang, Nekat Bobol Apotik

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini