Pabrikan Otomotif Matik Bersiap Hadapi Gempuran Motor Listrik

Motor listrik
Gubernur Ganjar Pranowo saat mendapat penjelasan tentang motor listrik buatan dalam negeri di Kudus.

Semarang, Idola 92,6 FM – Pabrikan otomotif dalam negeri mulai bersiap dalam menghadapi serbuan kehadiran motor listrik, karena saat ini sudah terlihat ada persaingan dari penjualan motor listrik. Tidak hanya pabrikan motor dalam negeri saja, tetapi juga motor keluaran pabrikan asal Jepang.

Kepala Wilayah Jawa Tengah Astra International-Honda Ronaldo Widjaya mengatakan saat ini motor sudah bukan lagi sebagai barang mewah, tetapi merupakan kebutuhan bagi masyarakat untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Pernyataan itu dikatakannya saat ditemui sejumlah wartawan di Kota Semarang, Selasa (14/12).

Ronaldo menjelaskan, kehadiran motor listrik yang didukung regulasi dari pemerintah memang akan menarik minat dari masyarakat. Saat ini, Astra Motor juga telah memiliki produk motor listrik yang bisa dijadikan unggulan dan diharapkan tetap menguasai pasar.

Menurutnya, ada dua produk motor listrik buatan dari Astra Motor dan bekerja sama dengan balai latihan kerja di Semarang.

“Karena motor listrik itu akan mengubah dari polanya kita sekarang, kita lagi belajar mas. Tapi ke depannya apakah berkembang, semua terkait dari aturan pemerintah juga. Regulasinya, infrastrukturnya apakah sudah siap. Tapi Hondam kita lagi pelajari ke situ,” kata Ronaldo.

Ronaldo Widjaya, Kepala Wilayah Jawa Tengah Astra International-Honda:

Lebih lanjut Ronaldo menjelaskan, saat ini kehadiran motor listrik belum mengganggu penjualan dari motor matik secara umum.

Terpisah Area Product Head Aspira Jateng-Bali Franseda menambahkan, meskipun motor listrik minim perawatan rutin layaknya motor dengan bahan bakar minyak (BBM) tetapi masih membutuhkan suku cadang tertentu. Sebab, penggantian suku cadang tetap harus dilakukan.

Menurutnya, kehadiran motor listrik juga tidak mengurangi penjualan suku cadang motor secara umum.

“Yang wajib diganti itu kan kampas rem, karena motornya selama masih jalan maka kampas rem wajib ganti. Kemudian ban luar juga wajib ganti. Mungkin beberapa komponen pasti akan hilang, seperti komponen engine karena komponen listrik itu lebih sedikit,” ujar Franseda.

Franseda menyebutkan, pihaknya juga akan terus mengikuti tren dari pasar motor listrik di Tanah Air. (Bud)

Artikel sebelumnyaSebanyak 115 Daerah Mulai Gelar Vaksinasi Covid-19 pada Anak
Artikel selanjutnyaPsikolog: Trauma Healing Bagi Korban Bencana Itu Diperlukan

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini