Perbaikan Kabel Optik Bawah Laut Akibatkan Jaringan Internet di Papua Terganggu

Internet Down
ilustrasi/istimewa

Semarang, Idola 92.6 FM – Perbaikan kabel optik bawah laut mengakibatkan jaringan internet di Papua terganggu sejak Jumat (30/04) lalu. Gangguan yang terjadi khususnya di wilayah Kota dan Kabupaten Jayapura serta sekitarnya.

Akibatnya, aktivitas komunikasi hanya dapat dilakukan melalui sambungan telepon dan pesan singkat atau SMS.

“Transportasi dan usaha online juga terkena dampaknya,” kata Hari Suroto, arkeolog yang bekerja di Balai Arkeologi Papua kepada radio Idola Semarang, Rabu (05/05) malam melalui pesan SMS.

Hari bercerita, saat ini dirinya hanya menggunakan fitur telepon dan pesan SMS untuk berkomunikasi. Hal itu pun masih sering gagal. Selain itu, gangguan internet juga berdampak pada para pengemudi ojek online dan taksi online.

“Selama pemadaman internet tersebut, mereka tidak bisa lagi mendapatkan penumpang melalui aplikasi,” tutur Hari.

Mereka, lanjut Hari, hanya melayani pelanggan melalui pesan SMS atau telepon biasa. Pendapatan mereka juga berkurang drastis.

Hari mengatakan, selama lima hari matinya jaringan internet itu membuat aktivitas ekonomi terganggu. Terutama, pelaku usaha UMKM market place lokal.

“Mereka terganggu, pendapatan berkurang banyak, jasa kurir antarbarang, juga pendapatan menurun,” ujar Hari.

Hari berharap jaringan internet di Papua segera diperbaiki, terutama jaringan kabel optik bawah laut. Menurutnya, perlu dicarikan solusi lain selain dengan penggunaan jaringan optik bawah laut. Apalagi Oktober 2021 nanti, bakal ada event besar, yakni PON XX di mana Papua menjadi tuan rumahnya.

Secara terpisah, General Manager Network Operation & Quality Management Telkomsel Maluku & Papua, Adi Wibowo menjelaskan gangguan itu terjadi karena adanya pemeliharaan Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) PT Telkom ruas Biak-Sarmi.

Adi mengatakan Telkomsel bersama PT Telkom Indonesia akan mempercepat pemulihan layanan internet tersebut.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan di wilayah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan sekitarnya,” tutur Adi seperti dilansir dari tempo.co (05/05). (her/ yes/ har)

Artikel sebelumnyaBagaimana Strategi Mengatasi Ketertinggalan Siswa Memasuki Tahun Kedua Pandemi?
Artikel selanjutnyaPolisi Minta Pengelola Obyek Wisata Perketat Prokes Pengunjung Saat Lebaran

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini