Wilayah Solo Raya Akan Diperlakukan Sama Seperti Kudus

Satlantas Polrestabes Semarang
Anggota Satlantas Polrestabes Semarang memeriksa pengendara yang akan masuk ke Kota Semarang dari arah Kabupaten Sematang, Minggu (11/7) malam.

Semarang, Idola 92,6 FM – TNI/Polri bersama pemerintah daerah akan menekan perkembangan kasus COVID-19, layaknya seperti menangani peningkatan kasus di Kabupaten Kudus beberapa waktu lalu. Tujuannya, agar kasus COVID-19 tidak mengalami kenaikan dan penyebarannya bisa dihentikan.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto mengatakan dalam evaluasi selama sepekan pelaksanaan PPKM darurat di wilayah Jawa Tengah, masih belum sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, perlu adanya tindakan yang lebih masif dengan didukung partisipasi dari masyarakat. Pernyataan itu dikatakannya saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Klaten, belum lama ini.

Menurut pangdam, khusus untuk wilayah Solo Raya akan dioptimalkan dan dimaksimalkan pelaksanaan PPKM darurat guna menekan angka kasus COVID-19.

Pangdam menjelaskan, seluruh aparatur desa/kelurahan dan kecamatan hingga kepala daerah di wilayah Solo Raya harus bergerak bersama. Nantinya, personel TNI/Polri akan membantu dalam penegakan disiplin dan mengambil tindakan tegas bagi masyarakat yang belum taat pada aturan PPKM darurat.

“Kita melihat khususnya Solo Raya ini meningkat angka perkembangan COVID-19-nya. Sehingga, apabila Kota Surakarta kita tekan maka daerah penyangga lain juga kita minta untuk membantu menekannya. Sehingga, tidak terjadi bola pingpong. Kemudian kita lakukan evaluasi mana yang kurang, mana yang sudah baik dan mana yang sudah kuat. Yang kurang kita tambah, dan yang sudah baik kita pertahankan. Saya pribadi bersama kapolda memohon kepada seluruh masyarakat, untuk sementara mari kita menahan diri untuk tetap di rumah saja,” kata pangdam.

Lebih lanjut pangdam menjelaskan, saat ini mobilitas masyarakat di Jateng baru mengalami penurunan sebesar 15 persen rerata di semua daerah dan masih di bawah target 30 persen. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk meningkatkan kesadaran diri dalam memerangi dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Yakni, dengan menerapkan gerakan 5M dan salah satunya mengurangi mobilitas.

“Kalau tidak penting sekali jangan keluar rumah. Kami mohon kesadaran masyarakat, untuk mematuhi aturan PPKM darurat,” tegasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaPemkab Wonosobo Antisipatif Tangani Peningkatan Kasus COVID-19
Artikel selanjutnyaDinkes Jateng Perbanyak Tempat Tidur Isolasi

29 KOMENTAR

  1. Lha wong bgni aj kita sdh kelabakan buat makan kok….buat kebijakan ya harus di imbangi kompensasi ke rakyatnya….smua gerak utk cari sesuap nasi dibelenggu, kami skrg tgl mkn nasi sisa kmarin, cm pke garam…besok mo mkn ap sdh tdk ad, ank2 kami yg msh kecil tpksa hrus gigit jari, telan ludah smbil menangis stiap liat ank tetangga yg pegawai mkn es krim…hati teriris… Klo mang kbijakan harus spt itu…pnuhi hak2 kami sbg wargamu…bkn cm peras kami dg pajak2mu yg g pndang bulu…Rakyat btuh prhatianmu agr kbijakanmu jg diperhatikannya…Rakyat kau hiraukn maka kbijakanmupun akn di hiraukannya.

    • Ya, minta tolong rakyat yang kurang makan juga diperhatikan, makanan sangat penting untuk imunitas.

      • Harusnya dari awal pemerintah memberlakukan lockdown total..penuhi kebutuhan hidup rakyat selama 14 hari,,,daripada anggaran buat BST,UMKM,dll banyak yg salah sasaran…

    • Ngomong enak ndan nyuruh dirumah aja,,tp ndak ada konskuensinya bantuan untk memenuhi kebutuhan anak istri,,,,lebih terhormat berjuang memenuhi kebutuhan anak istri dirumah,,dr pada berdiam diri tanpa usaha pd akhirnya mati kelaparan,,,,ndan2,,,,

  2. Kalau ndk keluar terus kita mau makan apa keluarga dirumah makan apa kalian yg di pemerintahan ngasih solusi yg ndk di masuk akal sedangkan kalian tiap bulan Nerima gaji Nerima tunjangan sedangkan kita masyarakat yg kerjanya wiraswasta makan apa kalau ndk kerja ..
    Tolong ngasih solusi yg bijak

  3. Jangan setengah2 boss..klo niat betul..buat dapur umum di setiap RT agar masyarakat bisa makan di dapur umum…masyarakat pasti akan patuh utk di rumah saja…klo cuma mau memperketat tapi tdk mau tanggung makan masyarakatnya..ya ngawur namanya…

    • Setuju banget,buat dapur umum di setiap RT dengan lauk pauk standar insyaallah rakyat akan patuh

      • Ya ga bisa cuma standart, harus 4 sehat 5 sempurna. Pagi lauk daging buahe apel, siang ayam Bakar buahe semangka apa melon, maleme sop iga buahe Pisang plus susu beruang

      • Nanti disalahkan lagi, di dapur umum banyak kerumunan? Duh Gusti, kenopo dadi serba salah dan jadi susah gini?

    • udahlah buang argumen mu,patuhi pemerintah insyaallah pemerintah akan memperhatikan rakyat seperti kita.

  4. Saya ibu rumah tangga,anak 2. Suami kerjanya jualan ayam goreng, sudah bbrp hari ini gak jualan. Kami dirumah saja,tp kami masih bisa makan sehari 3x masih bisa jajanin anak, masih bisa beli kuota. Karena kami punya tabungan. Dan bermanfaat bgt di saat darurat kayak begini. Cuma sekedar sharing 😁

    • Bersyukur buk.. Saatnya berperan untuk ikut meringankan beban sesama yg tidak sebaik nasib ibuk.. ☺️

  5. Sampaikan rintihan rakyat kecil bgm caranya bertahan hidup saat ppkm darurat ini kepada pemimpin2 yang terhormat.
    Mau kasih bantuan saja hanya cuma berita saja
    Ngk usah dipilih2 disortir2, rakyat indonesia menderita banyak yg butuh bantuan bukan himbauan hanya disuruh untuk berdiam diri dirumah saja.

  6. lagi2 masyrkt yg kena dampak susahnya. pd hal yg awalnya teledor pemrth pusat. coba klo dulunya sejak duketahui varian delta sgr ditindak lnjt dgn menutup masuknya sgl aktfts asing, pasti ga akan begini jadinya. itulah kecerobohan pemrth

  7. Apapun usaha pemerintah guna melindungi rakyatnya dalam musim pemyakit kayak gini ..kita dukung penuh dan saya rasa semua rakyat setuju apa lagi berhubung dengan nyawa…namun alangkah baik nya masa ppkm perlu saling bantu dan kerjasama rakyat dan pemerintah dimana. Masa.ppkm kebutuh makan rakyat harus dipikirkan juga …namun rakyat yg memiliki kemampuan lebih kiranya bisa salaing membantu dimasa ppkm…dan tentunya pemerintah daerah perlu juga memperhitungkan kemampun rakyat bertahan dimasa ppkm agar jgn Samapai terjadi hal2 yg tidak diingin kan karena ppkm misalnya perampokan ..pencurian ..dan sebagainya…

  8. Klo buat aturan rakyat ga boleh keluar ya rakyat dikasih kompensasi dong..
    Jgn melihat hanya dr 1 sisi saja dong pak, yg dpt gaji bulanan enakΒ² aja..mo dikunci drmh setahun jg rekening keisi terus tiap bulan..
    Nah yg klo dpt duitnya harus kerja diluar ya mati kelaparan pak klo kek gtu..
    Bijaksana bijaksini

  9. Sebaiknya, ayok kita saling bahu membahu saling membantu tdk hanya disiplin ppkm tetapi jg saling peduli satu sama lain.

  10. Contohlah suri tauladan kita nabi besar Muhammad saw. Beliau makan di saat lapar dan berhenti sebelum kenyang, selalu berbagi dengan saudara dan tetangga sekitar, berbagi senang dan di saat susah beliau tanggung sendiri (jangan bilang beliau kan nabi) karena belia adalah contoh yg patut kita tiru, intinya bersyukur dan Qonaah dengan semua ketentuan Allah, terlepas dari mana cobaan itu datang dan hindarkan berburuk sangka

  11. Percuma PPKM g efektif.. mending Fungsikan Rt rw dan masyarakat untuk mengisolasi warganya yg positif…. karna firus korona saat ini udah terlanjur nyebar ke pelosok tanah air

  12. Aku sekeluarga makan apa ndan ? apa cukup cuman nasi putih saja ? sedangkan bantuan pemerintah 0 tdk pernah dapat……kerja sehari buat makan sehari…….nek mbok kon prei berarti se rumah puasa ndan….

  13. Kenap Indonesia tidak study banding ke negara lain yg dulu wabah covidnya tinggi sekarang bisa aman…

  14. Kalau harus di rumah bantuan harus ya datang rumah ke rumah,bukan ya di suruh tanya panitia ,sarat ya lengkap memenuhi keretie dapat bantuan atau tidak,namanya PPKm ko Mandang layak atau tidak ya harusya aparat harus ke rumah rumah ngasih bantuan kalau emeng harus di rumah,Keta keluar rumah cari makan,dan bayar kontrakan!!!!!!

  15. Yang penting kan mereka” kenyang dulu.perkara rakyat kecil / pengusaha kecil seperti saya ini kelabakan dlm mencari penghasilan.apalagi ancaman di segel/ ga boleh jualan..

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini