Apa yang Sesungguhnya Terjadi di Perusahaan Tekstil?

PHK
Ilustrasi/Istimewa

Semarang, Idola 92.6 FM – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di Jawa Barat khususnya pada perusahaan tekstil dan produk tekstil membuat publik gaduh. Sebab, gelombang PHK di daerah tersebut bisa menyebar luas ke daerah lain juga.

Data Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mencatat, ada 73 ribu orang yang di-PHK sepanjang Januari hingga Oktober 2022. Jumlah itu belum termasuk pekerja perusahaan yang tidak tergabung dalam Apindo.

Selain itu, sektor teknologi digital yang selama ini dianggap ‘kalis’ dari efek Pandemi dan mendapat berkah darinya, kini ikutan terpukul efek embargo Barat atas Rusia. Para raksasa teknologi telah memangkas karyawannya, mulai dari Meta, Twitter, hingga Microsoft.

Hal itu terjadi karena negara-negara buyer, terkena resesi sehingga tak melakukan aktivitas pembelian.

Lalu, apa yang sesungguhnya terjadi di perusahaan tekstil? Kenapa justru banyak terjadi PHK pada saat ekonomi dalam negeri tumbuh bagus? Ke mana pasar terbesar tekstil kita? Apakah tidak mungkin mengalihkan pasar?

Untuk memperoleh gambaran atas persoalan ini, radio Idola Semarang berdiskusi dengan narasumber, di antaranya: Bhima Yudistira Adhinegara – Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) dan Jemmy Kartiwa Sastraatmaja (Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API)). (her/yes/ao)

Simak podcast diskusinya:

Artikel sebelumnyaAda “Sang Bandar” di Balik Kontestasi Kandidat Capres/Cawapres dalam Pilpres, Benarkah Spekulasi Tersebut?
Artikel selanjutnyaTak Bosan, OJK Terus Edukasi Warga Soal Jebakan Pinjol Ilegal
Editor In Chief Radio Idola Semarang.