ESDM Terus Tingkatkan Rasio Elektrifikasi di Jateng

Petugas PLN
Petugas PLN saat mengecek meteran listrik milik pelanggan.

Semarang, Idola 92,6 FM – Dinas ESDM Jawa Tengah terus memetakan daerah yang belum terjangkau aliran listrik, terutama rumah-rumah keluarga miskin. Dinas ESDM Jateng juga bekerja sama dengan PLN, dalam upaya penguatan jaringan untuk menyambungkan listrik ke rumah tangga sasaran.

Kepala Dinas ESDM Jateng Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan pihaknya memiliki program bantuan listrik gratis bagi keluarga miskin, yang memang belum tersambung aliran listrik. Terutama, bagi keluarga miskin yang tinggal di wilayah perdesaan. Pernyataan itu dikatakan saat ditemui di kantor gubernur, baru-baru ini.

Sujarwanto menjelaskan, sambungan listrik gratis dilakukan di berbagai daerah di Jateng yang memang masih rendah cakupan rasio elektrifikasinya. Sampai dengan 2020 kemarin, total sambungan listrik ke rumah warga miskin sudah mencapai 40 ribu lebih sambungan.

Menurutnya, konsentrasinya berada di wilayah perdesaan dan pihaknya sudah menjalin komunikasi serta kerja sama dengan PLN. Pihaknya optimistis, pada tahun ini bisa terpasang 15 ribu sambungan listrik ke rumah tangga sasaran.

“Tahun ini kita targetkan 15 ribu sebagaimana RPJMD kita setiap tahun nanti sampai 2023 adalah 15 ribu sambungan. Dan Alhamdulillah hari ini progresivitasnya baik, kalau tingkat capaian dan sebagainya sampai akhir tahun ini akan baik. Nah yang terjadi adalah ada tambahan-tambahan dari program-program CSR, ini akan lebih baik lagi. Dalam rangka mempercepat pengentasan kemiskinan, di samping kita memperbaiki rasio elektrifikasi juga pengentasan kemiskinan karena kelompok rumah tangga miskin yang kita sambung itu kita dorong juga untuk nanti melakukan produksi usaha kecil-kecilan di tingkat rumah tangga,” kata Sujarwanto.

Lebih lanjut Sujarwanto menjelaskan, selain sambungan listrik ke rumah tangga sasaran pihaknya juga memberikan bantuan sosial kepada masyarakat. Yakni berupa biogas yang dibangun 81 unit, dan akan terus ditingkatkan sampai 102 unit.

“Kami juga mengembangkan PLTS atap untuk klaster-klaster UMKM, dan pondok pesantren. Termasuk, pengembangan dan pemanfaatan gas rawa untuk wilayah Kabupaten Banjarnegara,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaPemulihan Ekonomi Bisa Berlanjut Jika Sektor Kunci Tidak Terganggu
Artikel selanjutnyaPengen Untung Gede, Warga Kudus Ini Nekat Palsukan Minyak Goreng