Mengenal Miscalenta, Gelas Berbahan Singkong Bisa Dimakan karya Tim Siswa SMA Negeri 3 Rembang

Ketiga siswa SMA Negeri 3 Rembang
Dalam foto dari kiri ke kanan; Eka Wijayanti, Devan Agustio Eko Purwanto dan Nur Khomariyah Sa'adah. Ketiga siswa SMA Negeri 3 Rembang tersebut, berhasil membuat Miscalenta gelas kemasan berbahan baku dari singkong. (Photo dok Devan)

Rembang, Idola 92.6 FM – Tim siswa SMA Negeri 3 Rembang Jawa Tengah baru-baru ini berinovasi membuat miscalenta, gelas kemasan berbahan baku dari singkong. Diolah dengan campuran bahan yang aman, miscalenta juga bisa langsung dimakan. Rasanya seperti panganan tradisional, gethuk. Tim siswa tersebut yakni Devan Agustio Eko Purwanto (kelas XII MIPA 4), Eka Wijayanti (kelas XII MIPA 3) dan Nur Khomariyah Sa’adah(kelas XI IPS 5).

Devan Agustio yang juga sebagai ketua tim mengatakan gelas buatannya itu, tidak hanya dipakai sebagai tempat makanan/minuman, tapi tapi bisa dimakan.

”Jadi gelasnya bisa dimakan, tapi ada kedaluwarsa,” tutur Devan kepada radio Idola Semarang, pagi (26/09) tadi.

Miscalenta gelas kemasan berbahan baku dari singkong
Miscalenta gelas kemasan berbahan baku dari singkong karya tim siswa SMA Negeri 3 Rembang. (Photo dok Devan)

Sementara menurut Eka Wijayanti, ide awal pembuatan miscalenta karena mau ikut lomba. Dalam lomba itu, dituntut membuat inovasi baru untuk mengurangi plastik.

”Kami juara 2 nasional,” jelas Eka disela menerangkan bahwa gelas kemasan berbahan singkong tersebut mempunyai beberapa rasa dan warna. Ada rasa coklat, stroberi, dan lain-lain.

Miscalenta gelas kemasan berbahan baku dari singkong
Miscalenta gelas kemasan berbahan baku dari singkong karya tim siswa SMA Negeri 3 Rembang dapat digunakan sebagai wadah minuman/makanan panas atau dingin. Kemasan bisa langsung dimakan dengan rasa seperti panganan tradisional, gethuk. (Photo dok Devan)

Lalu apa yang akan dilakukan oleh Devan dan tim, agar inovasi tersebut tetap berkembang?

Selengkapnya berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Devan Agustio Eko Purwanto dan Eka Wijayanti. (yes/her)

Simak podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaBaznas Jateng Dorong Kemandirian Ekonomi Mustahik
Artikel selanjutnyaMasih Adanya Suap yang Terjadi di MA, Apakah Mengindikasikan Masih Eksisnya Mafia Hukum?
Jurnalis senior dan gate keeper Radio Idola Semarang