Mengenal “S&S” Abon dari Kulit Pisang Inovasi Tim Mahasiswa ITS Surabaya

Tim Mahasiswa ITS Surabaya
Tim Mahasiswa ITS Surabaya penggagas produk S&S Abon, (dari kiri) Sri Irna Solihatun Ummah, Fadhila Rosyidatul Arifah, dan Intan Mey Setyaningrum menunjukkan gambaran produk inovasi timnya. (Photo dok humas ITS)

Surabaya, Idola 92.6 FM – Tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya baru-baru ini berinovasi membuat abon dari kulit pisang. Tim mahasiswa itu diketuai oleh Fadhila Rosyidatul Arifah yang juga mahasiswa Departemen Teknik Material ITS Surabaya. Sementara, anggota tim terdiri dari: Intan Mey Setyaningrum dari Teknik Fisika dan Sri Irna Solihatun Ummah dari Departemen Matematika.

Menurut Dhila, ia dan tim memilih kulit pisang sebagai bahan baku abon sebab melihat penumpukan kulit pisang sisa industri makanan berbahan baku pisang. Tidak semua kulit pisang bisa dipakai untuk membuat abon tapi harus dipilah atau diseleksi. Sehingga, kulit pisang tersebut memiliki nutrisi yang baik, masih segar, dan layak diolah.

Produk yang diberi nama S&S Abon ini, menawarkan beberapa rasa mulai dari rasa manis, rasa daging sapi hingga rasa ikan bakar. Abon kulit pisang juga kaya akan nutrisi dan memiliki efek anti depresi. Untuk menggaet target pasar yang lebih luas, Dhila dan tim membuat berbagai varian rasa. Ada 7 rasa yang tersedia yaitu: cokelat, red velvet, matcha, rumput laut, ayam, sapi, dan ikan bakar.

Produk S&S Abon dari kulit pisang
Inilah keunggulan dari produk S&S Abon dari kulit pisang yang digagas oleh tim mahasiswa ITS Surabaya. Berkat inovasinya, mereka menyabet medali perak dalam Business Model Canvas Competition di Universitas Brawijaya. (Photo dok humas ITS)

Inovasi ini berhasil mengantarkan Fadhila dan tim menyabet medali perak dalam Business Model Canvas Competition (BMCC) di Universitas Brawijaya. Tim di bawah dibimbing Erna Septyaningrum ST MT ini berharap produk S&S Abon dapat diuji lebih lanjut dan dapat diedarkan ke pasaran.”Saya pribadi, mau merealisasikan ide-ide yang saya punya, terkadang terbatas karena pendanaan. Jadi harapannya, benar-benar mempunyai bisnis,”tutur mahasiswi semester 6 ini kepada radio Idola pagi (17/05) tadi.

Selengkapnya, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Fadhila Rosyidatul Arifah, Ketua tim mahasiswa ITS dan mahasiswa Departemen Teknik Material ITS Surabaya. (yes/her)

Simak podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaApa Kabar Kebijakan Larangan Ekspor CPO Sawit?
Artikel selanjutnyaMengenal Yulianto, Pegiat Literasi dari Grobogan
Jurnalis senior dan gate keeper Radio Idola Semarang