Penyebab Kebakaran Relokasi Pasar Johar Masih Diselidiki Tim Labfor

Tim Labfor Polda Jateng
Tim Labfor Polda Jateng dan Inafis Polrestabes Semarang melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian untuk mengetahui penyebab kebakaran di relokasi Pasar Johar, Kamis (3/2).

Semarang, Idola 92,6 FM – Tim Labfor Polda Jawa Tengah sedang melakukan pemeriksaan dan pengumpulan bukti terkait penyebab kebakaran dari relokasi Pasar Johar, Kamis (3/2). Personel kepolisian juga masih disiagakan di lokasi kebakaran untuk pengamanan dan membantu mengurai arus lalu lintas di sekitar pasar.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan kejadian kebakaran di Relokasi Pasar Johar terjadi pada Rabu (2/2) malam, dan api diduga berasal dari Blok F. Saat kejadian kebakaran, selain belasan mobil pemadam kebakaran juga ada tiga mobil water canon milik Polrestabes Semarang dan Polda Jateng guna membantu proses pemadaman api.

Irwan menjelaskan, hasil penghitungan sementara ada 512 kios yang ludes terbakar. Yakni di Blok E-1 sampai E-8, dan Blok F-1 sampai Blok F-8. Selain itu, pihaknya juga telah memeriksa sejumlah saksi yang diduga mengetahui kejadian kebakaran.

Menurutnya, hasil pemeriksaan dari tim Labfor Polda Jateng itu akan menentukan penyebab dari kebakaran di relokasi Pasar Johar. Termasuk, menghitung nilai kerugian dari para pedagang.

“Diketahui sumber api dari Blok F. Saat ini, sementara dilaksanakan pemeriksaan dari tim kebakaran Labfor. Beberapa orang saksi sudah dimintai keterangan di polrestabes, dan kami mohon dari rekan-rekan waktu untuk kesimpulan penyebab kebakaran dari relokasi pedagang Pasar Johar tadi malam,” kata Irwan.

Terpisah, Gubernur Ganjar Pranowo sudah berkomunikasi dengan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi terkait skema bantuan kepada pedagang di relokasi Pasar Johar yang menjadi korban kebakaran. Termasuk, meminta lurah pasar untuk melakukan pendataan jumlah pedagang yang terdampak.

Menurutnya, bagi pedagang yang memang sudah mempunyai jatah di Pasar Johar untuk segera dipindah.

“Yang kita pikirkan sekarang, agar mereka bisa berjualan lagi. Saya minta lurahnya menghitung berapa lapak yang terbakar, dan berapa kerugiannya,” ujar Ganjar. (Bud)

Artikel sebelumnyaKasus Omicron Naik, Polda Jateng Siap Bantu 3T Klaster Sekolah
Artikel selanjutnyaBaznas Jateng Dukung Pelatihan Juleha