PLN Tegal Teken Tanda Tangan Jual Beli EBT Dengan Industri Tekstil

PLN UP3 Tegal
PLN UP3 Tegal melakukan penandatanganan penjualan EBT kepada PT Winners International.

Semarang, Idola 92,6 FM – PLN Tegal melakukan tanda tangan jual beli energi listrik dari energi baru terbarukan (EBT), kepada industri tekstil selama 10 tahun de depan. PLN Tegal akan terus mendorong pengusaha atau industri lainnya, bisa menggunakan energi ramah lingkungan.

Manager PLN UP3 Tegal Suparje Wardiyono mengatakan pemanfaatan EBT yang ditawarkan adalah energi ramah lingkungan, atau energi hijau dan tidak bergantung pada energi fosil. Sehingga, pihaknya terus mendorong pemanfaatan EBT melalui fasilitas Renewable Energy Certificate (REC) atau sertifikat energi terbarukan. Pernyataan itu disampaikan melalui siaran pers, kemarin.

Menurutnya, komitmen itu diwujudkan dengan penandatangan pembelian REC antara PLN UP3 Tegal dengan PT Winners International. Yakni, perusahaan di bidang produksi dan ekspor tekstil.

Suparje menjelaskan, PT Winners International menyepakati pembelian REC selama 10 tahun sesuai akumulasi pemakaian listrik selama tiga bulan. Yakni, satu unit REC setara dengan 1 MWh.

“PLN memberikan dukungan dalam upaya meningkatkan penetrasi dari energi terbarukan. PLN pembangkitnya bervariasi, tentu ada yang energi baru terbarukan. Seperti panas bumi, hidro, surya dan sebagainya,” kata Suparje.

Sementara itu perwakilan PT Winners International Hardiyanto menambahkan, pemakaian listriknya per bulan rerata sekira 280 MWh. Sehingga, pihaknya juga mampu berhemat dari pemakaian listrik.

Menurut Hardiyanto, pihaknya turut berkontribusi dalam mendukung pencapaian target bauran EBT di Indonesia sebesar 23 persen pada 2025 mendatang.

“Mudah-mudahan kerja sama ini bisa berjalan dengan baik, dan tujuan kami membeli REC itu adalah agar mendapatkan pengakuan bahwa kami telah menggunakan energi listrik yang terbarukan,” ujar Hardiyanto.

Hardiyanto berharap, banyak perusahaan di Tegal yang juga mulai beralih pada penggunaan energi ramah lingkungan atau energi hijau. (Bud)

Artikel sebelumnyaAmendemen Konstitusi, di Antara Manfaat dan Risikonya
Artikel selanjutnyaEkonomi Jateng Terjaga Imbas Optimisme Konsumen

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini