Dishub Jateng Pasal 10 CCTV di Jalur Rawan Macet

Gerbang Tol kalikangkung
Sejumlah kendaraan saat melintas di Gerbang Tol kalikangkung.

Semarang, Idola 92,6 FM-Dinas Perhubungan Jawa Tengah memetakan, akan ada 14 juta lebih pemudik masuk provinsi ini pada saat libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 mendatang.

Kebanyakan melakukan perjalanan wisata mengunjungi tempat pariwisata di Jateng, lebih dari 45,29 persennya.

Plh Kepala Dinas Perhubungan Jateng Erry Derima Riyanto mengatakan dari hasil survei yang dilakukan, diperkirakan akan ada 503.603 kendaraan masuk dari Gerbang Tol Kalikangkung. Pernyataan itu disampaikan saat dihubungi lewat sambungan telepon, kemarin.

Erry menjelaskan, pihaknya juga mewaspadai adanya titik kemacetan yang berada di wilayah Jateng dan diperkirakan bisa mengganggu perjalanan para pemudik.

Salah satunya dengan mengantisipasi titik kemacetan yang ada di sepanjang jalur pantura, jalur selatan maupun jalur tengah.

Menurut Erry, pihaknya memasang 10 kamera pengawas (CCTV) di beberapa titik yang diwaspadai sebagai lokasi rawan kemacetan.

“Kita pasang 10 CCTV di masa Nataru. Itu kita pasang di Pasar Linggapura Kabupaten Brebes, Simpang Wangon, Simpang Buntu di Kabupaten Banyumas dan di Bayeman Purbalingga serta di Dieng Wonosobo. Kemudian ada di exit tol Ceper di Klaten sebagai edit tol fungsional kita pasang satu kamera CCTV, exit tol Banyudono di Boyolali, Simpang Bawen dan obyek wisata Bandungan serta di jembatan tol Kaligawe,” kata Erry.

Lebih lanjut Erry menjelaskan, pihaknya juga telah menambahkan sejumlah rambu penunjuk jalan maupun lampu penerangan umum.

Setidaknya ada 350 rambu yang dipasang, dan 150 lampu penerangan jalan umum serta 26 rambu pendahulu penunjuk jurusan.

“Kami siapkan posko terpadu provinsi dan enam posko di balai pengelola sarpras perhubungan wilayah,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaBerkat Operasi Pasar, Masyarakat Terbantu Bisa Beli Cabai
Artikel selanjutnyaPerkuat Inisiatif IT’S TIME FOR EVERYONE: Toyota Hadirkan Ultra Fast Charging 120 dan 150 kW Pertama di DIY dan Sumatera serta Perluas Ekosistem Pendukung Elektrifikasi