Industri Otomotif 2022 Menggeliat, Daihatsu Astra Catatkan Kenaikan Penjualan 24,9 Persen

Seorang sales di Daihatsu Majapahit
Seorang sales di Daihatsu Majapahit sedang mendampingi calon pembeli melihat salah satu unit yang dipajang.

Semarang, Idola 92,6 FM-Pada 2022, Daihatsu Astra mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 24,9 persen secara nasional.

Sepanjang Januari-Desember 2022, Daihatsu Astra mencatatkan penjualan ritel sebanyak 188.660 unit lebih banyak dari tahun sebelumnya yang hanya 151.107 unit.

Marketing & CR Relations Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation Hendrayadi Lastiyoso mengatakan dari 188.660 unit yang terjual sepanjang 2022, penjualan terbanyak sebagai tulang punggung adalah kendaraan keluarga kelas LCGC Daihatsu Sigra sebesar 47.066 unit.

Kemudian tulang punggung kedua disusul kendaraan niaga, ditopang Gran Max pikup sebanyak 45.617 unit dan Daihatsu Xenia sebesar 23.966 unit.

Menurutnya, secara volume dan kontribusi model penjualan ritel Daihatsu selama 2022 masih didominasi tiga kelas tersebut.

“Market share Daihatsu masih nomor dua secara nasional di pasar otomotif. Ini sekaligus mencatatkan capaian market share tertinggi dalam sejarah penjualan Daihatsu di Indonesia,” kata Hendrayadi, hari ini.

Kepala Wilayah Jateng PT Astra International Daihatsu Sales Operation Fery menyatakan, untuk di wilayah Jateng-DIY juga terjadi peningkatan penjualan.

Bahkan, segmen kendaraan komersial juga menjadi tulang punggung penjualan sepanjang 2022 kemarin.

Fery menjelaskan, penjualan kendaraan niaga porsinya mencapai 40 persen dari total penjualan seluruh unit sepanjang tahun kemarin sebanyak 18 ribuan unit.

“Market share kita sebesar 21 persen dengan penjualan per bulannya 1.500 unit. Dan pikap memang menjadi tulang punggung kita dan potensi pasarnya berasal dari pelaku UMKM,” jelas Fery.

Menurut Fery, terkait penjualan pada tahun ini yang dibayangi isu resesi memang cukup mengganggu. Namun, hal itu tetap menjadi catatan bagi pihaknya untuk berhati-hati dan tetap tidak pesimistis.

“Untuk tahun ini kita tetap hati-hati dan moderat, tapi tidak pesimis. Target kita tahun ini kurang lebih 20 ribuan unit,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaGPEI Jateng Minta Komoditas Hortikultura Bisa Jadi Tulang Punggung Ekspor Baru Selain Furnitur
Artikel selanjutnyaProduk Wedang Magelang Tembus Pasar Jepang
Wartawan senior Radio Idola Semarang.