Polda Jateng Dirikan Dapur Umum dan Pos Pelayanan Bagi Korban Banjir di Semarang

Dapur umum Brimob Polda Jateng
Kapolda Irjen Pol Ahmad Luthfi saat meninjau dapur umum Brimob Polda Jateng.

Semarang, Idola 92,6 FM – Polda Jawa Tengah mendirikan sejumlah dapur umum lapangan, untuk membantu memenuhi kebutuhan logistik bagi korban terdampak banjir di Kota Semarang. Dapur lapangan disiapkan di kawasan Genuk, dan pos kesehatan untuk membantu penanganan kesehatan bagi warga terdampak banjir.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan kapasitas dapur lapangan yang dimiliki Polda Jateng itu, mampu mencukupi logistik 500 orang dalam sekali masak. Pernyataan itu dikatakan usai meninjau sejumlah titik banjir di Kota Semarang, kemarin.

Kapolda menjelaskan, pihaknya juga mengerahkan personel kepolisian untuk mengamankan rumah-rumah warga dengan berpatroli keliling menggunakan perahu karet. Termasuk, pendistribusian logistik dilakukan menggunakan perahu karet.

Menurutnya, untuk banjir di wilayah Semarang secara umum sudah surut termasuk yang ada di kawasan perumahan Marina.

“Jadi secara umum untuk wilayah Semarang sudah mengalami penurunan (banjir). Jadi sekali lagi saya sampaikan bahwa TNI/Polri sudah siap dalam rangka mengatasi bencana alam ini,” kata kapolda.

Lebih lanjut kapolda menjelaskan, untuk jalur Kaligawe diharapkan secepatnya sudah bisa dilalui kendaraan kecil mengingat kondisi air juga telah mengalami penurunan. Harapannya, jalur pantura sudah bisa dilewati dan dilalui.

“Untuk jalur pantura yang teredam banjir secepatnya sudah bisa dilalui kendaraan, karena banjir juga mulai surut,” jelasnya.

Sementara itu Bid Dokkes Polda Jateng memberikan pelayanan kesehatan di wilayah yang terdampak banjir. Pemeriksaan kesehatan dilakukan kepada masyarakat rentan, mulai dari lansia sampai anak-anak yang terdampak banjir. (Bud)

Artikel sebelumnyaMenengok KRI Makassar-590 Yang Akan Antarkan BBM ke Karimunjawa
Artikel selanjutnyaKementerian PUPR Tambah Pompa Atasi Banjir di Semarang
Wartawan senior Radio Idola Semarang.