AirNav Semarang Catat 11 Laporan Balon Udara Dilepas Liar di Pekalongan

Festival balon udara
Festival balon udara yang diadakan Pemkab Wonosobo. (Foto istimewa)

Semarang, AirNav Cabang Semarang menerima laporan dari pilot pesawat terbang, terdapat 11 laporan adanya balon udara yang diterbangkan secara liar di wilayah Kota Pekalongan.

Melepas balon udara tanpa adanya penambat di permukaan tanah, akan membahayakan aktivitas penerbangan mengingat di sekitar wilayah Pekalongan cukup padat jalur penerbangan.

General Manager AirNav Cabang Semarang Budi Mahmudi mengatakan di wilayah Kota Pekalongan ada tiga titik, yang menyelenggarakan festival balon udara selesai perayaan Lebaran. Hal itu dikatakan saat ditemui di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Jumat (19/4).

Budi menjelaskan, menerbangkan balon udara sudah menjadi budaya bagi masyarakat yang ada di Kota Pekalongan maupun di Kabupaten Wonosobo setelah perayaan Lebaran.

Pihaknya bersama aparat terkait, juga telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bagaimana cara menerbangkan balon udara dengan benar.

Menurutnya, meskipun sudah menjadi tradisi tapi akan membahayakan dunia penerbangan juga balon udara dilepaskan tanpa ada penambat di permukaan tanah.

Oleh karena itu di Kota Pekalongan maupun di Kabupaten Wonosobo, digelar festival balon udara untuk menghindari adanya balon udara dilepas secara liar.

“Saya lihat kemarin di Pekalongan itu ketika festival belum mulai, masih ada yang melepas balon udara secara liar. Tapi jumlahnya tidak sebanyak tahun lalu, menurunlah jumlahnya. Kalau tahun lalu sekitar 60an dan kemarin itu sekitar 24an. Artinya ada penurunan tapi masih terus diupayakan agar masyarakat semakin sadar bahwa tradisi yang mereka lakukan itu ada bahayanya jika tidak dikontrol,” kata Budi.

Lebih lanjut Budi menjelaskan, pihaknya sebelum adanya festival balon udara sudah mengeluarkan peringatan kepada pilot pesawat terbang atau NOTAM (Notice to Airman) di sekitar Pekalongan.

Tujuannya, agar para pilot mengetahui adanya aktivitas balon udara di sekitar wilayah jalur penerbangan.

“Sehingga, pilot itu terbang dengan kehati-hatian dan mengantisipasi. Tapi namanya lepas di udara tergantung angin, itu yang tidak bisa diprediksi. Jadi, adanya laporan pilot untuk membantu pesawat terbang lainnya,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaTernyata Segini Pemudik Yang Masuk Jateng Lebaran Kemarin
Artikel selanjutnyaPemudik di Bandara Ahmad Yani Naik 13 Persen Saat Lebaran