Apakah Kualitas Layanan Kesehatan Equivalent dengan Tim Sepakbola?

Kesehatan
Ilustrasi/Istimewa

Semarang, Idola 92.6 FM – Pemerintah menyadari Indonesia mempunyai PR besar dalam memajukan sektor kesehatan di Indonesia. Selain harus mengejar ketertinggalan jumlah dokter, Indonesia juga ketinggalan dalam kualitas layanan fasilitas kesehatan kita.

Berbagai faktor itu membuat banyak warga Indonesia yang akhirnya memilih mencari pengobatan di luar negeri. Bahkan, tercatat, kurang lebih 1 juta lebih warga negara kita berobat ke luar negeri seperti ke Singapura, Malaysia, Jepang, Amerika, dan Eropa.

Oleh karena itu, menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, salah satu yang harus ditingkatkan adalah kualitas tenaga kesehatan. Salah satunya melalui kehadiran dokter asing. Menkes menggunakan analogi pemain naturalisasi yang hadir di Timnas Indonesia.

Menkes menyebut, kehadiran tenaga kesehatan asing bisa membuat Indonesia naik kelas seperti yang terjadi di Timnas Sepakbola Indonesia. Terlebih, Indonesia juga menunjuk pelatih asing-Shin Tae-yong dari Korea Selatan untuk menakhodai skuad Garuda. Hal itu disampaikan Menkes dalam Forum Komunikasi Nasional Tenaga Kesehatan di Jakarta, Selasa (21/5) lalu.

Lalu, kita pun bertanya-tanya, kalau tim sepakbola jumlah skuad-nya kecil dan mewakili bangsa sedangkan dokter asing melayani kesehatan masyarakat dan jumlahnya banyak; apakah analog? Apakah kualitas layanan kesehatan equivalent dengan Tim Sepakbola?

Untuk memperoleh gambaran atas persoalan ini, radio Idola Semarang berdiskusi dengan narasumber: DR Dr Slamet Budiarto (Ketum terpilih PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI)) dan Narila Mutia Nasir, PhD (Dosen Kesehatan Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).ย (her/yes/ao)

Simak podcast diskusinya: