Bursa Wisata Indonesia Targetkan Rp 2 Miliar

Semarang, Idola 92.6 FM – Potensi pariwisata di Jawa Tengah yang menjadi unggulan, di antaranya adalah Candi Borobudur, Sangiran, Dataran Tinggi Dieng dan Kepulauan Karimunjawa yang sudah menjadi primadona bagi wisatawan mancanegara.

Sekretaris DPD Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Jawa Tengah sekaligus Ketua Panitia Bursa Wisata Indonesia (BWI) III Robertus Wahyu mengatakan, salah satu upaya memasarkan potensi wisata di Jawa Tengah adalah dengan konsisten menggelar pagelaran wisata.

Hal itu diungkapkannya saat pembukaan Bursa Wisata Indonesia, Kamis (27/10/2016) di Hotel MG Suite Semarang.

“Kami fokus menjual potensi wisata di Jawa Tengah. Dari event itu, kami menargetkan transaksi yang terjadi sebesar Rp 2 miliar,” katanya.

Guna memenuhi target itu, pihaknya akan mengumpulkan sejumlah seller (penjual) dan buyer (pembeli) pariwisata di seluruh Indonesia dan mancanegara.

Lebih lanjut Robertus menjelaskan, BWI yang digagas ASPPI merupakan pertemuan yang dirancang dengan menawarkan konsep bussiness to business.

Ajang promosi yang bersifat rutin tahunan ini sudah masuk di dalam calender of event Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Tengah. Beberapa peserta yang ikut, di antaranya adalah homestay, travel agent, transportasi pariwisata dan pelaku wisata lainnya.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disbudpar Jateng Trenggono menambahkan kunjungan wisatawan di Indonesia terus meningkat dan berkembang dalam beberapa waktu terakhir ini. Hal itu terjadi karena beberapa corporate dan incentive mulai tertarik dengan destinasi Indonesia terutama Jawa Tengah.

Dengan makin tertariknya wisatawan mancanegara, kata dia, menjadi peluang untuk menarik pelancong mancanegera ke Jawa Tengah.

Namun demikian dalam menjual potensi wisata di Jawa Tengah tidak bisa diserahkan ke pemerintah saja atau pelaku pariwisata saja, melainkan ada elemen lain yang ikut terlibat.

Termasuk kalangan media, sebab dengan semua elemen peduli pariwisata turun tangan menjual potensi wisata maka target wisatawan mancanegara yang ditetapkan pemerintah pusat dua juta orang sampai 2019 mendatang bisa tercapai.

“Menjual potensi wisata Jawa Tengah harus dilakukan semua pilar masyarakat, tidak diserahkan ke pemerintah saja. Dengan saling bersinergi, maka wisatawan yang datang ke Jawa Tengah semakin banyak,” tukasnya.

Upaya lain ialah dengan memerkuat branding Joglosemar dengan bekerjasama Pemerintah DI Yogyakarta.

Di samping itu, event pariwisata berskala internasional juga harus terus digalakkan, seperti contohnya Borobudur Maraton, Jateng Meeting and Insentiv Forum, serta Jazz Festival. (Budi A/R7/Diaz A)

Artikel sebelumnyaSalahi Izin, 19 WNA Diamankan
Artikel selanjutnyaPlan International Indonesia Kukuhkan Forum Alumni Pemberdayaan Ekonomi Kaum Muda Jateng