Bank Mandiri Buka 3 Titik Layanan Penukaran Uang di Semarang

Semarang, 92.6 FM-Guna membantu nasabah dan masyarakat menukarkan uang emisi tahun 2016, Bank Mandiri Region VII Jateng-DIY membuka tiga titik pelayanan penukaran uang. Yakni di halaman Masjid Baiturrahman, Lapangan Jatisari Mijen dan Islamic Center Manyaran. Setiap titik penukaran, disediakan uang sebanyak Rp200 juta dengan pecahan Rp2 ribuan, Rp5 ribuan dan Rp 10 ribuan.

Service Collect Officer Bank Mandiri Area Pahlawan Felisitas Marlanda mengatakan, pihaknya sebagai bank negara ditunjuk Bank Indonesia untuk ikut memfasilitasi nasabah dan masyarakat umum yang ingin menukarkan uang. Upayanya, dengan jemput bola mendatangi masyarakat menggunakan mobil kas keliling. Nasabah dan masyarakat yang ingin menukarkan uang bisa datang, tidak dipungut biasa dan bisa dengan melakukan transaksi melalui debet rekening menggunakan kartu ATM.

“Kami sebagai bank negara diminta BI untuk memfasiltasi penukaran uang dari masyarakat. Tidak hanya nasabah Bank Mandiri, tapi juga masyarakat umum lainnya,” kata Felisitas.

Sementara itu, Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Eko Purwanto menambahkan, dengan semakin banyak perbankan melayani masyarakat dalam penukaran uang, maka memudahkan masyarakat untuk tidak perlu harus datang ke kantor bank. Selain itu, juga memangkas aksi jual beli uang yang selama ini masih ditemukan di pinggir jalan menjelang hari raya.

“Ada kan banyak itu penjual jasa penukar uang di pinggir jalan. Imbauan kami, tukarkan di tempat-tempat yang resmi, di kantor bank atau di mobil kas keliling bank,” ujarnya.

Lebih lanjut Eko menjelaskan, pada Lebaran tahun ini kebutuhan uang kartal di Jawa Tengah diprediksi meningkat sekira 10 persen. Pada Lebaran 2016 kemarin, kebutuhan uang kartal mencapai Rp17,8 triliun dan tahun ini bisa Rp21 triliun. (Bud)

Artikel sebelumnyaSetia Gunakan Bright Gas, Penjual Tahu Gimbal Dihadiahi Gerobak
Artikel selanjutnyaTMJ Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2017 Naik 33 persen Dari Tahun Sebelumnya