Bantuan Pangan Nontunai Lebih Cocok Untuk Program Jangka Pendek

Semarang, 92.6 FM-Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah Chamim Irfani mengatakan, program bantuan pangan nontunai yang diluncurkan di 50 kabupaten/kota se Indonesia, termasuk di Jawa Tengah, tidak bisa bersifat jangka panjang. Artinya, bantuan itu hanya bisa untuk mengatasi persoalan sementara waktu pada saat harga pangan tertentu mengalami kenaikan harga.

Sehingga, jelas Chamim, bisa membantu masyarakat kurang mampu untuk memenuhi kebutuhannya. Dirinya berharap, seharusnya setiap daerah bisa mewujudkan program Nawa Cita dari Presiden Joko Widodo yang menginginkan berdikari dari ketersediaan pangan.

“Kalau jangka pendek itu program yang bagus, tapi kalau bersifat jangka panjang tidak mendidik,” ucap Chamim, kemarin.

Terpisah, Kepala Perum Bulog Divre Jateng Djoni Nur Ashari menyatakan, uji coba bantuan pangan nontunai dilakukan di enam wilayah di Jawa Tengah. Yakni Tegal, Pekalongan, Magelang, Kota Semarang, Kota Surakarta dan sebagian Boyolali.

Setiap keluarga penerima manfaat, jelas Djoni, akan diberikan kartu dan nanti proses belanja dilakukan di Rumah Pangan Kita dari Bulog atau e-warong milik Kementerian Sosial. Untuk di Jawa Tengah, BNI ditunjuk sebagai penyalur bantuan yang menerbitkan kartu tersebut.

Keluarga penerima manfaat akan mendapatkan bantuan sebesar Rp110 ribu per kilogram. Rinciannya, 10 kilogram beras dan gula pasir dua kilogram. Saat ini, di Jawa Tengah totoal penerima bantuan pangan nontunai mencapaii 140 ribu keluarga. (Bud)

Artikel sebelumnyaPemda Harus Banyak Promosikan Obyek Wisata Agar Wisatawan Asing Banyak Datang
Artikel selanjutnyaMenakar Kinerja Dan Kultur Akademik Guru Besar