Netflow Jateng Per Bulan Retata Rp1,9 Triliun

Semarang, 92.6 FM-Karakteristik Jawa Tengah yang unik dengan struktur ekonomi ditopang industri perdagangan, membuat provinsi ini mencatatkan netflow rerata per bulan Rp1,9 triliun. Karena, banyak uang kartal yang masuk dari berbagai daerah ke Jawa Tengah.

Kepala Kantor Bank Indonesia Jawa Tengah Hamid Ponco Wibowo mengatakan, dengan banyaknya uang kartal masuk ke provinsi ini, menjadi sektor perdagangan selalu mengalami pergerakan. Sementara, rerata aliran uang kartal yang keluar atau outflow per bulannya sebesar Rp3,7 triliun. Sedangkan pergerakan kebutuhan uang tunai dari masyarakat Jawa Tengah per Februari 2017 sebesar Rp0,94 triliun.

Dalam tiga tahun terakhir, jelas Ponco, aliran uang kartal yang masuk ke Kantor BI Perwakilan Jawa Tengah rerata mencapai Rp5,7 triliun. Sedang outflownya, sebesar Rp3,7 triliun dan rerata netflow selama tiga tahun terakhir sebesar Rp1.99 triliun.

“Jateng masuk kategori netflow, artinya banyak kegiatan ekonomi dilakukan di provinsi ini. Sebab, Jawa Tengah adalah pusat dari industri perdagangan, sehingga banyak uang masuk dari daerah lain,” katanya.

Netflow di Jawa Tengah, lanjut Ponco, tidak lepas dari pergerakan bilyet giro atau warkat. Sejauh ini, rerata per hari ada 690 ribu Bilyet Giro dengan nilai transaksi sebesar Rp700 miliar.

Mulai 1 April 2017 nanti, akan diberlakukan aturan baru tentang Bilyet Giro. Bilyet Giro yang diterbitkan sebelum 1 April 2017 dengan format lama, masih bisa digunakan sampai 31 Desember 2017 mendatang. Pencairan Bilyet Giro melalui kliring Bank Indonesia, maksimal sebesar Rp500 juta. (Bud)

Artikel sebelumnyaREI: Penjualan Rumah Mulai Bergeliat Jelang Penutupan Tax Amnesty
Artikel selanjutnyaPertamina Terus Dorong Masyarakat Mampu Gunakan Elpiji Non-PSO