Saat Earth Hour 2017 Beban Listik Jateng-DIY Tak Berubah, Ternyata Penyebabnya Ini

Semarang 92.6 FM-Puncak peringatan Earth Hour pada Sabtu (25/3) jam 20.30-21.30 waktu setempat, ditandai dengan mematikan lampu di sejumlah bangunan rumah, hotel serta lampu jalan di wilayah Jawa Tengah dan DIY.

Namun, puncak Earth Hour itu ternyata secara umum kurang berpengaruh pada penurunan beban pemakaian listrik pelanggan. Di wilayah PT. PLN (Persero) Distribusi Jateng-DIY misalnya, beban listrik yang turun tidak terlalu banyak.

Berdasarkan data dari Area Pengatur Beban, tercatat realisasi beban listrik di Jateng-DIY mencapai 3.482 Mega Watt (MW). Pada pukul 21:00 mencapai 3.366 MW dan pada pukul 21:30 sebesar 3.218 MW. Sehingga, realisasi beban listrik saat Earth Hour 2017 turun sebesar 264 MW atau hemat energi 155.5 MWh (3.53%).

Deputi Manajer Komunikasi & Bina Lingkungan PT. PLN (Persero) Distribusi Jateng-DIY Hardian Sakti Laksana mengatakan, tren penurunan beban listrik saat Earth Hour 2017 dibanding sebulan terakhir relatif sama. Artinya, persentase penurunan beban listrik lebih rendah bila dibanding dengan Earth Hour tahun sebelumnya yang mencapai 4,7 persen dari beban rerata 3.487 MW menjadi 3.322 MW.

“Mungkin banyak yang mematikan lampu di ruangan saat tidak digunakan, tapi di sisi lain menyalakan pendingin ruangan karena kondisi cuaca ketika Earth Hour panas. Di sektor rumah tangga dan gedung, AC memang mengonsumsi listrik relatif besar dibanding lampu dan alat elektronik lainnya,” kata Sakti dikutip dari rilis yang diterima Radio Idola.

Lebih lanjut Sakti menjelaskan, dengan kondisi demikian (beban listrik turun sedikit) ada indikasi jika partisipasi masyarakat ikut program Earth Hour masih relatif rendah. Namun demikian, pihaknya mengapresiasi pelanggan PLN yang telah berpartisipasi secara aktif pada program ini. “Kami akan masif lagi sosialisasikan program ini ke depan,” ucapnya.

Oleh karena itu, lanjut Sakti, mesti tidak memeringati Earth Hour, pihaknya tetap mengkampanye hemat energi. Yakni, mengimbau pelanggan menggunakan listrik secara hemat sesuai kebutuhan, dan menjadikan perilaku hemat listrik sebagai budaya sehari-hari.

“Dengan hemat listrik tidak akan mengurangi kenyamanan kita. Berhemat listrik, artinya biaya rekening listrik akan turun, dan kita turut berpartisipasi dalam mengurangi pemanasan global,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaMudahkan Mobilitas Bagi Santri Pesantren di Tegal, PLN Beri 1 Unit Mobil Siaga
Artikel selanjutnyaMempertanyakan Penundaan Uji Kelayakan Calon Anggota KPU Dan Bawaslu
Wartawan senior Radio Idola Semarang.