Susur Jejak Mata Air Bukit Bibi Bersama PMI

Akhirnya Tim sampai juga di puncak lereng bukit Bibi, tempat mengambil air untuk warga desa Cluntang, Kab. Boyolali.

Boyolali, Idola 92.6 FM-Siang itu langit cerah, terik matahari menyengat, serasa memantik semangat kami untuk menuju Bukit Bibi. Bukit Bibi terletak di lereng Gunung Merapi Bagian Timur, Kabupaten Boyolali. Di lereng bukit Bibi inilah, sebuah sumber mata air dialirkan untuk mencukupi kebutuhan air sehari-hari bagi warga Dukuh Gondang, Desa Cluntang, Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali.

Minggu (2/4), kami menyusuri jalan untuk sampai tujuan. Bersama tim dari PMI Provinsi Jawa Tengah, PMI Kabupaten Boyolali, PMI Pusat, dan jurnalis media elektronik/cetak, kami memulai perjalanan dari Markas PMI Kabupaten Boyolali di Jl Randu Asri (Ngebong) Siswodipuran, untuk menuju Dukuh Gondang, Desa Cluntang, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali. Dua unit mobil, baik dari PMI Provinsi dan PMI Kabupaten Boyolali berjalan beriringan membawa rombongan berjumlah 8 orang. Jarak perjalanan yang harus kami tempuh kurang lebih 20 km. Kondisi jalan yang tak selalu mulus, membuat laju kendaraan kadang melambat guna menghindari jalan berlubang, dan tikungan yang curam agar selamat sampai tujuan.

Setelah menempuh perjalanan hampir 30 menit, tibalah kami di tempat tujuan. Tujuan pertama dari rombongan ini adalah kediaman Bapak Slam yang terletak di Dukuh Gondang Rt 016, RW 005. Rumah yang juga digunakan sebagai Studio Radio Komunitas Petani Merapi FM ini, berada persis di pinggir jalan desa, sehingga mudah kami jumpai. Di rumah inilah, Boim–nama udara Pak Slam, menyampaikan informasi-informasi tentang pertanian untuk para petani di lingkungannya melalui pemancar radio yang berdiri di halaman depan rumah. Tujuannya agar petani mudah mendapatkan informasi seputar pertanian dengan mudah, dan imbas dari itu, hasil pertanian mereka akan meningkat.

Station Radio yang berdiri sejak tahun 2006 itu, awalnya tidak mendapat dukungan dari berbagai pihak. Warga pun acuh, bahkan pemerintah desa juga tak mau tahu. Tapi Boim pantang menyerah. Baginya, hal ini justru menjadi tantangan agar Radio Komunitas Petani ini, tetap terus mengudara. Hingga akhirnya, waktu pun menjawabnya.

Setelah diterpa berbagai cobaan, warga pun mulai menerima keberadaan station radio ini. Tak hanya itu, Boim bersama beberapa warga setempat, akhirnya menjadi relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) PMI Kabupaten Boyolali. Disinilah muncul ide-ide cemerlang yang akhirnya diterima oleh warga.

1
2
3
Artikel sebelumnyaMencegah Kondisi Pulau Jawa agar Tak Semakin Kritis
Artikel selanjutnyaKomisi D Minta Dishub Antisipasi Exit Tol Salatiga Yang Dinilai Sempit

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini