Tiga Orang Tewas Disambar KA Di Perlintasan Kaligawe

Semarang, Idola 92.6 FM-Seorang ibu dan 2 orang anak tewas tertabrak kereta di perlintasan Tambakrejo, Kampung Tenggang, Gayamsari, Jumat (21/4) pagi. Rendahnya kesadaran dan kewaspadaan masyarakat saat hendak melintas di perlintasan KA tanpa palang menjadi salah satu pemicunya.

Insiden bermula ketika korban warga RT 02 RW 9 Tambakrejo usai menjemput sekolah dua orang anak melewati perlintasan ganda rel kereta api. Saat di atas rel tiba tiba sepeda motor Beat warna biru bernomor polisi H 4815 AS mesinnya mati. Maka, kecelakaan pun tak terhindarkan. Sepeda motor yang membawa 3 orang itu terseret lebih dari 100 meter. Tubuh ketiga korban juga terseret puluhan meter dan ketiganya terpisah.

Wakijan salah satu saksi mata yang merupakan ketua RW setempat menuturkan, saat kejadian korban menerobos perlintasan kereta api. “Tadi kan ada kereta barang dari arah selatan menuju Tawang, kemudian itu ibu-ibunya masuk ke rel yang satunya, padahal alarmnya masih bunyi terus. Dikira ibunya sudah tidak ada kereta, ternyata dari arah Utara melintas kereta penumpang menuju Surabaya,” ujas salah satu saksi Wakijan (51).

Supairah, 43 tahun memboncengkan Andhika (5 tahun) dan Reihan (7 tahun). Dua orang anak tersebut merupakan anak dari Supairah dan keponakannya. Anaknya bernama Andika yang masih duduk di bangku TK dan Reyhan masih duduk di bangku kelas I SD.

Sementara itu, Kapolsek Gayamsari Dedy Mulyadi menuturkan, kerapkali perlintasan kereta api kaligawe memakan korban jiwa karena kesadaran masyarakat yang kurang. “Selain itu, banyak mobil terparkir di sisi kereta yang membuat pandangan pengendara saat hendak lewat tertutup mobil tersebut,” ujarnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menerobos palang perlintasan kereta api dan selalu berhati hati jika ingin menyeberang karena sudah banyak korban jiwa yang meninggal akibat tertabrak kereta api yang lewat. (Alif/Heri CS)

Artikel sebelumnyaMerefleksi Kembali Esensi Perjuangan Kartini
Artikel selanjutnyaPegawai PLN Sumbang 20 Ribu Buku di Hari Kartini

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini