Bagaimana Mengantisipasi Konflik Sosial Jelang Pilkada 2018 dan Pemilu 2019?

Semarang, Idola 92.6 FM – Seluruh jajaran kepolisian di daerah diminta memprioritaskan langkah antisipatif untuk mencegah konflik sosial menyusul pelaksanaan Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, sinergi perlu dilakukan mulai dari tingkat pusat hingga jajaran bawah TNI dan Polri. Menurut Tito, Presiden juga meminta agar Polri maupun TNI tidak mengeksklusifkan diri, namun merangkul semua elemen masyarakat mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat.

Di samping itu, Polri dan TNI diminta melakukan pemetaan potensi konflik dari 171 wilayah yang mengikuti Pilkada. Dengan demikian, bisa diukur tingkat kerawanan dan langkah antisipasinya seperti apa. Langkah-langkah persuasif juga diperlukan untuk menyelesaikan potensi konflik ketimbang dengan cara represif.

Lalu, bagaimana mestinya aparatur kepolisian mengantisipasi dan mencegah konflik sosial jelang pilkada 2018 dan Pemilu Raya 2019? Sejauh ini, menurut Anda, apa yang masih belum optimal dilakukan kepolisian kita? Ke depan, apa ancaman terbesar aparatur polri kita? Guna menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, Radio Idola Semarang mewawancara Poengky Indarti (Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas)). [Heri CS]

Berikut wawancaranya:

Artikel sebelumnyaMendorong Terobosan Baru Mengatasi Korupsi
Artikel selanjutnyaPT Pupuk Indonesia Pastikan Penyaluran Pupuk di Jateng Aman

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini