Ganjar: Pembukaan Jembatan Timbang Jangan Sampai Bebani Konsumen

Semarang, Idola 92.6 FM – Kementerian Perhubungan akan membuka tiga jembatan timbang di Pulau Jawa, untuk mengurangi kerusakan jalan akibat kelebihan muatan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku sudah mendengar, jika Kementerian Perhubungan akan kembali mengoperasikan jembatan timbang.

Menurutnya, konteks dari mengaktifkan kembali jembatan timbang adalah untuk menertibkan angkutan barang yang kelebihan muatan.

Dirinya berharap, jembatan timbang yang dibuka di beberapa titik sudah memertimbangkan berbagai aspek, agar tidak merugikan masyarakat. Bahkan, tidak menjadi sarang pungutan liar kembali.

Ganjar menjelaskan, para pengusaha angkutan juga harus berbenah diri terkait dengan akan dibukanya kembali beberapa jembatan timbang. Sehingga, para pengusaha bisa menghitung besaran biaya pengangkutan, agar nantinya tidak merugikan masyarakat.

“Ya saya hanya mengimbau saja, konsumen jangan dirugikan. Kan konteksnya kita ingin menertibkan. Saya berharap nanti dari Kemenhub juga membuat satu jeda waktu, di mana mereka bisa menyesuaikan. Sehingga, nanti tidak merugikan konsumen. Saya minta kepada pengusaha angkutan ini dihitung dengan baik, agar lagi-lagi konsumen tidak dirugikan,” kata Ganjar, Selasa (31/7).

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, dengan pengusaha menghitung ulang biaya pengangkutan dan tidak terburu-buru menaikkan tarif, maka tidak akan menimbulkan gejolak harga komoditas di pasaran.

“Dampaknya kalau buru-buru tarif pengangkutan dinaikkan, maka terjadi inflasi yang luar biaya,” ujarnya.

Diwartakan sebelumnya, Kementerian Perhubungan mulai 1 Agustus 2018 akan mengoperasikan kembali tiga jembatan timbang di Pulau Jawa. Yakni di Jembatan Timbang Losarang Indramayu, Jawa Barat, Balonggandu Kawarang, Jawa Barat dan Widang Tuban, Jawa Timur. (Bud)

Artikel sebelumnyaDinkes Jateng Ingatkan Orang Tua Untuk Berikan Imunisasi Lengkap Pada Anak
Artikel selanjutnyaBrand Orbit sebagai Strategi Menarik Pelanggan
Wartawan senior Radio Idola Semarang.