Hindari Kena MERS, Menkes Minta Jamaah Calon Haji Tak Dekati Unta

Semarang, Idola 92.6 FM – Para jamaah calon haji (calhaj) diminta untuk tidak dekat-dekat dengan unta. Tujuannya, agar terhindar dari terjangkitnya virus Middle East Respiratory Syndrome atau MERS.

Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek mengatakan, para jamaah calhaj jangan berinteraksi atau berdekatan dengan unta selama berada di Arab Saudi. Peringatan itu disampaikan, untuk mengantisipasi terjangkit MERS. Sebab, virus itu salah satu penularannya lewat air liur unta.

Menurutnya, imbauan untuk tidak berinterasi dengan unta walaupun sekadar foto bersama sudah disampaikan melalui sejumlah embarkasi. Tujuannya, agar seluruh jamaah calhaj tahu dan paham bahaya dari MERS. Ia juga menganjurkan kepada jamaah calhaj, agar selalu menggunakan masker saat di Tanah Suci ketika sedang melaksanakan kegiatan apapun.

Nila Moeloek menjelaskan, virus MERS hingga kini masih menjadi kewaspadaan dalam penyelenggaraan ibadah haji. Karena, virus itu menyerang sistem pernapasan dan menyebabkan kematian bagi penderitanya bila terlambat penanganan medisnya.

Menkes juga mengimbau jamaah calhaj, agar selalu menyediakan obat-obatan pribadi yang dibutuhkan. Terutama, bagi jamaah yang memiliki riwayat sakit. Pihak Kementerian Kesehatan juga tetap menyiagakan tim kesehatan, untuk mendampingi kelompok jamaah calhaj saat di Tanah Suci.

“Kita sudah membuat namanya tim promotif dan preventif. Jadi, setiap kelompok dikawal untuk selalu diingatkan makan dan minum obat bagi jamaah lansia dan menderita sakit. Tim akan dibekali peralatan kesehatan sederhana, termasuk semprotan air untuk membasahi wajah, karena di sana cukup panas. Kami juga siagakan tim kesehatan cepat tanggap kalau diperlukan tindakan darurat,” kata menkes saat di Semarang.

Lebih lanjut Nila Moeloek menjelaskan, para jamaah calhaj juga diminta selalu menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji. Serta, selalu memerhatikan pola makan dan mengonsumsi buah dan sayur ditambah minum air untuk menghindari dehidrasi. (Bud)

Artikel sebelumnyaTekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Dinkes Jateng Gandeng USAID-Jalin
Artikel selanjutnyaGanjar: Ayo Kerja Bersama Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini