Milenial Menjadi Penentu Indonesia Emas tahun 2045, Bagaimana Menyiapkan dan Memuluskan Jalannya?

Semarang, Idola 92.6 FM – Generasi milenial dinilai akan menjadi penentu masa depan Indonesia Emas 2045. Perilaku mereka yang khas mengubah lanskap ekonomi masa depan. Namun, upaya menyiapkan mereka menghadapi tantangan yang berubah dianggap belum optimal.

Diketahui, tahun ini, Indonesia memiliki 181 juta penduduk usia produktif berusia 15 hingga 64 tahun—ini juga berarti hampir enam kali penduduk Malaysia. Pada 100 tahun Indonesia merdeka atau tahun 2045 mendatang jumlahnya diperkirakan meningkat mencapai 208 juta jiwa. Itu menjadi modal besar pembangunan yang jadi pengungkit Indonesia tumbuh sebagai negara kaya.

Keuntungan jumlah penduduk produktif besar selaras dengan perkiraan PwC dalam The World in 2050 pada Februari 2017 yang menyebut, Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar keempat dunia pada 2050. Jumlah penduduk besar merupakan buah bonus demografi yang terjadi hingga 2036.

Dan, yang menjadi catatan, dari semua penduduk usia produktif itu, separuhnya merupakan generasi milenial yang lahir antara tahun 1980 dan tahun 2000. Mereka adalah generasi unik yang lahir dan tumbuh di tengah perubahan situasi politik dan social ekonomi serta berkembangnya internet.

Lantas, dengan berbagai modal SDM dan infrastruktur yang kita miliki, bagaimana menyiapkan dan memuluskan jalan generasi milenial sebagai penentu Indonesia emas tahun 2045? Bagaimana mengelola keunikan dan talenta generasi milenial yang susah-susah gampang? Apa pula tantangan terbesar kita pada persoalan ini agar peluang emas itu tak berubah menjadi petaka?

Guna menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, nanti kita akan berdiskusi dengan beberapa narasumber, yakni: Dr Muhammad Faisal (Direktur Eksekutif Youth Laboratory Indonesia) dan Tom Mc Ifle (motivator, Founder and CEO Top Coach Indonesia). [Heri CS]

Berikut diskusinya:

Artikel sebelumnyaBagaimana Mengoptimalkan Pemberantasan Korupsi di Sektor Sumber Daya Alam?
Artikel selanjutnyaHari Hak Untuk Tahu Sedunia, The International Right To Know Day

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini