Selama 19 Tahun, SOLOPEDULI Beri Sumbangan 3,9 Juta Jiwa

Semarang, Idola 92.6 FM – Memasuki usianya yang ke-19 tahun, SOLOPEDULI sudah membantu dan menyalurkan sumbangan ke 3,9 juta jiwa dengan total penghimpunan dana mencapai Rp100 miliar lebih.

Direktur SOLOPEDULI Harjito mengatakan pada milad tahun ini, mengambil tagline “Solusi untuk Negeri”. Yakni, sebuah harapan bahwa kehadiran SOLOPEDULI akan terus menjadi bagian dari solusi untuk berbagai permasalahan yang dihadapi negeri ini.

Harjito menjelaskan, mulai dari upaya pengentasan kemiskinan, penanggulangan bencana, layanan di bidang pendidikan, kesehatan, dan lainnya untuk masyarakat duafa.

Menurutnya, SOLOPEDULI juga konsen terhadap korban bencana yang melanda di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Palu serta Donggala, Sulawesi Tengah belum lama ini.

Harjito menyatakan, SOLOPEDULI ingin memberikan lebih banyak manfaat melalui program-program yang solutif bagi bangsa.

“SOLOPEDULI bertekad menghadirkan program monumental yang solutif untuk masyarakat, sejak lahir hingga meninggal dunia. Mulai dari klinik rawat inap di Solo dan Sukoharjo, pesantren gratis di Klaten, SMK gratis di Solo dan tujuh ambulan gratis. Kami juga masih punya program-program lainnya yang menyasar masyarakat duafa, serta program inovasi lainnya,” kata Harjito dikutip dari rilis.

Sementara, Ketua Yayasan SOLOPEDULI Ummat, Sidik Anshori menambahkan, ke depan pihaknya akan berupaya menyempurnakan visi dan misi dengan mewujudkan monumen-monumen program masyarakat.

“Kami coba sempurnakan pembangunan pondok serta SMKIT bagi yatim duafa. Semoga bisa memberikan manfaat yang lebih luas, dan SOLOPEDULI menjadi LAZ berskala nasional,” ucapnya.

Diketahui, SOLOPEDULI resmi dikukuhkan sebagai lembaga amil zakat (LAZ) skala provinsi berdasarkan SK Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Nomor 271. SOLOPEDULI pernah meraih penghargaan dalam ajang Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Award 2017 kategori Lembaga Amil Zakat Skala Provinsi, dengan pertumbuhan zakat infaq sedekah (ZIS) terbaik. (Bud)

Artikel sebelumnyaBagaimana Mengarusutamakan Isu Kesehatan Mental Remaja agar Tak Mengganggu Puncak Bonus Demografi dan SDGs?
Artikel selanjutnyaBangun IPA Pudak Payung, LP2K Apresiasi PDAM Semarang

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini