Apa Langkah Konkrit untuk Meredam Golput dalam Pemilu Raya 2019?

Semarang, Idola 92.6 FM – Jumlah pemilih golongan putih (golput) diprediksi akan meningkat pada pemlilu 2019. Lembaga Survei Indikator merilis, jumlah pemilih golput meningkat menjadi 20 persen. Angka golput bisa saja bertambah dengan adanya swing voters yang akhirnya memutuskan menjadi golput. Meski barisan golput selalu ada di setiap Pemilu namun mereka tentu memiliki alasan tersendiri mengapa memilih tidak memberikan suaranya kepada kontestan Pemilu.

Umumnya pemilih golput timbul karena beberapa alasan. Di antaranya tidak ada capres-cawapres dan koalisinya yang bersih dari isu korupsi tersangkut kasus hak asasi manusia (HAM) ataupun masalah intoleransi dan diskriminasi terhadap kelompok minoritas. Pemerintah sendiri tidak melarang siapa pun untuk menjadi golput. Namun undang-undang mengatur sanksi jika ada pihak yang dengan sengaja mengajak orang lain untuk menjadi golput.

Lalu bagaimana mengantisipasi tingginya angka Golput dalam pemilu 2019 ini? Apa langkah konkrit untuk mengurangi Golput dan membangun kesadaran pentingnya berpartisipasi dalam politik melalui Pemilu? Apa saja faktor pemicu yang memengaruhi seseorang untuk golput? Guna menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, Radio Idola Semarang mewawancara pengamat politik dan Dosen Departemen Politik dan Pemerintahan FISIP Undip Yuwanto PhD. (Heri CS)

Berikut wawancaranya:

Artikel sebelumnyaBagaimana Peta Jalan yang Mesti Ditempuh untuk Perbaikan Ekonomi agar Perekonomian kita Tidak Rentan terhadap Faktor Eksternal?
Artikel selanjutnyaGanjar: Bupati/Wali Kota Harus Prioritaskan Perbaikan Jalan Rusak di Wilayahnya

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini