Cegah Tawaran Investasi Bodong, Perusahaan Berjangka Bisa Gaet Kaum Milenial Jadi Investor

Dirut PT Bursa Berjangka Jakarta Stephanus Paulus Lumintang (dua dari kiri) menyebut, untuk bisa memerangi investasi bodong bisa dengan melibatkan generasi milenial jadi investor.

Semarang, Idola 92.6 FM – Banyak investasi abal-abal atau investasi bodong yang merugikan masyarakat, dan masih terus terjadi.

Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta Stephanus Paulus Lumintang mengatakan perusahaan berjangka juga memiliki peran, untuk ikut memerangi perusahaan investasi bodong yang merugikan masyarakat.

Upaya yang bisa dilakukan, jelas Paulus, bisa dengan menggaet para kaum milenial atau generasi muda menjadi calon investor. Sebab, para generasi milenial yang melek teknologi itu akan mampu teredukasi mengenai produk investasi resmi maupun abal-abal.

“Jadi, jangan ada sebuah kekhawatiran karena banyak sekali investasi bodong. Sehingga, kami mengajak untuk kaum milenial mendapatkan manfaat dari potensi dengan mengenalkan produk investasi di perusahaan yang tepat,” kata Paulus ketika menjadi pembicara dalam acara “Tantangan Pasar Milenial Bagi Pialang Berjangka” di Patra Convention and Hotel Semarang, Rabu (12/6) sore.

Menurutnya, untuk wilayah Jawa Tengah saja potensi investor milenialnya cukup besar dan tersebar merata di sejumlah kota-kota besar.

“Wilayah Solo, Semarang dan Purwokerto menjadi daerah yang paling bagus iklim investasinya. Generasi milenialnya juga bisa diajak berinvestasi,” jelasnya.

Pimpinan Cabang Solid Gold Berjangka (SGB) Semarang Conny Lumandung menambahkan, pihaknya juga tidak tinggal diam di dalam memerangi investasi bodong di masyarakat. Apalagi, pihaknya tercatat sebagai perusahaan pialang berjangka tertua di Kota Semarang.

Menurutnya, generasi muda ini bisa diajak ikut berkontribusi di industri perdagangan berjangka komoditi.

“Untuk ke depan kita pengen membidik generasi milenial. Jadi, investor-investor muda ini menjadi sasaran kami untuk menawarkan produk. Karena memang selama ini masih di kisaran usia 40 tahun ke atas, yang menjadi investor kami,” ucap Conny.

Lebih lanjut Conny menjelaskan, bonus demografi yang diperkirakan terjadi pada 2030 mendatang akan menjadi potensi pasar cukup besar. Sebab, generasi muda akan lebih banyak dan menguasai segmen kehidupan. (Bud)

Artikel sebelumnyaJelang Sidang Sengketa Pilpres, Polda Jateng Ajak Warga Ikuti Prosedur Hukum di MK
Artikel selanjutnyaMusim Kemarau, Waspadai Penyakit Diare