Diabetes Melitus dan Hipertensi Menjadi Penyakit Tak Menular Paling Tinggi Kasusnya

Nila Moeloek, Menteri Kesehatan.

Semarang, Idola 92.6 FM – Kementerian Kesehatan menyebutkan, angka prevalensi penyakit tidak menular terus meningkat dalam beberapa tahun ke belakang ini. Terutama, penyakit Diabetes Melitus (DM) dan Hipertensi.

- Advertisement -

Menteri Kesehatan Nila Moeloek ketika kunjungan kerja ke Semarang mengatakan pada 2018 kemarin, prevalensi penyakit tidak menular mengalami kenaikan dibanding 2013 lalu. Terutama, penyakit DM dan Hipertensi yang merupakan ibu dari segala penyakit.

Menurutnya, berdasarkan pemeriksaan gula darah, prevalensi DM naik dari 6,9 persen menjadi 8,5 persen pada tahun kemarin. Sedang pengukuran tekanan darah, hipertensi naik dari 25,8 persen menjadi 34,1 persen.

Nila menjelaskan, kenaikan prevalensi penyakit tidak menular ini berhubungan dengan pola hidup tidak sehat. Misalnya kebiasan merokok, konsumsi minuman alkohol dan kurangnya aktivitas fisik serta jarang mengonsumsi buah dan sayur.

“Usia tua akan menjadi masalah, yaitu penyakit tidak menular. Penyakit tidak menular begitu banyak, terutama Diabetes Melitus dan juga Hipertensi. Dua penyakit ini memang menjadi masalah buat kita secara nasional, bukan hanya di Jawa Tengah. Ini memang hubungannya dengan perilaku karena gaya hidup kita sudah berubah dan akhirnya penyakit-penyakit ini cukup tinggi di negara kita,” kata Nila.

Nila lebih lanjut menjelaskan, pola makan masyarakat Indonesia lebih banyak mengonsumsi makanan tinggi gula dan garam. Oleh karenanya, untuk mengubah perilaku harus menggunakan pendekatan keluarga.

“Orang Jawa itu kalau menyuguhkan tamu minuman teh dan tidak manis itu, dianggap tidak menghormati. Tidak manis tidak apa-apa, yang penting sudah mulai mencegah diabetes dan hipertensi,” jelasnya.

Guna mengendalikan meningkatnya prevalensi DM di Indonesia, lanjut Nila, Kemenkes membentuk 13.500 Pos Pembinaan Terpadu untuk memudahkan akses warga melakukan deteksi dini penyakit DM. (Bud)