Dukung GNNT, Pertamina Perbanyak SPBU Yang Sediakan Layanan Link Aja

Petugas SPBU Karangayu melayani konsumen yang membeli BBM dengan pembayaran Link Aja, Sabtu (17/8).

Semarang, Idola 92.6 FM – Pemerintah terus mendorong masyarakat tidak lagi banyak memanfaatkan uang kartal untuk alat pembayaran yang sah, tetapi mendorong pada penggunaan sistem pembayaran non tunai. Sehingga, pemanfaatan pembayaran non tunai akan mencegah peredaran uang palsu juga.

RFM Region Manager MOR IV Rahman Pramono Wibowo mengatakan pihaknya juga serius, di dalam mendukung program pemerintah melalui Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Terutama, pembayaran bahan bakar minyak (BBM) di seluruh SPBU yang ada di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Rahman menjelaskan, melalui petugas operator SPBU yang ada, masyarakat diberi edukasi tentang pemakaian pembayaran nontunai lewat aplikasi Link Aja. Sehingga, masyarakat juga tidak perlu repot membawa uang dan cukup menempelkan handphone ke perangkat di SPBU berupa eletronic data capture (EDC) ataupun menggunakan scan QR code.

Menurutnya, ada banyak manfaat yang bisa di dapat bagi pelanggan ketika menggunakan Link Aja sebagai metode pembayaran di SPBU. Salah satunya, pemberian potongan harga sebesar Rp17.845 setiap pembelian Pertamax Series di delapan SPBU di wilayah Jateng-DIY.

“Saat ini memang belum semua, tapi pertumbuhannya sudah cukup lumayan untuk di wilayah Jateng-DIY. Saat ini sekitar 118 SPBU di Jateng-DIY, dan ke depan kita akan perbanyak hingga targetnya akhir tahun ini sudah bisa semuanya menggunakan Link Aja. Untuk perangkatnya juga sudah kita ajukan penambahan, dan sebelum ada perangkat berupa EDC-nya bisa pake scan QR code,” kata Rahman, Sabtu (17/8).

Lebih lanjut Rahman menjelaskan, penggunaan Link Aja tidak hanya untuk pembayaran saat pembelian BBM tetapi juga bisa berlaku bagi pembelian elpiji di SPBU.

Sementara itu, operator SPBU di Karangayu Semarang di dalam melayani masyarakat menggunakan pakaian layaknya pejuang kemerdekaan. Hal itu dalam rangka memeringati HUT ke-74 Republik Indonesia. (Bud)

Artikel sebelumnyaPeringati HUT ke-74, Sejumlah Korporasi Gelar Acara Unik
Artikel selanjutnyaMenimbang Wacana Tax Amnesty jilid II, Perlukah?

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini